Kamis, Juli 9, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Bangun Tiga PLTA, PT Vale Gunakan Energi Terbarukan dan Bantu Supply Listrik Masyarakat Lingkar Tambang

KENDARIKINI.COM – PT Vale Indonesia dalam operasinya senantiasa menerapkan ESG, yang dimana Environmental (Lingkungan), Social (Sosial), dan Governance (Tata Kelola) yang diterapkan dalam operasional perusahaan pertambangan.

Komitmen tersebut bukan hanya teori saja, tetapi dipraktekkan dengan adanya Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) yang dibangun PT Vale Indonesia.

Tak seperti Smelter Nikel dibeberapa perusahaan lain yang masih mengkonsumsi energi listrik dari batu bara.

PT Vale menggunakan energi listrik terbarukan dari Tiga PLTA yang menjadi sumber produksi listrik ramah lingkungan dibangun PT Vale yakni PLTA Balambano, PLTA Larona dan PLTA Karebbe.

Bahkan dari ketiga PLTA itu PT Vale juga menyuplai kebutuhan listrik masyarakat Kabupaten Luwu Timur. Setengah dari kebutuhan listrik masyarakat Luwu Timur diketahui berasal dari tiga pembangkit listrik rendah emisi karbon milik PT Vale tersebut.

Senior Manager Communication PT Vale Indonesia Bayu Aji mengatakan, selain mendukung konsumsi listrik perusahaan, PT Vale berkontribusi membantu pemerintah daerah setempat memenuhi kebutuhan listrik masyarakat masyarakat Luwu Timur dan sekitarnya.

Selama 54 tahun, perusahaan multi tambang asal Brazil ini terbukti sukses menjaga kelestarian Danau Matano sehingga debit airnya tetap jernih dan terus mengalir deras menghidupkan pembangkit listrik sekaligus menjadi sumber penghidupan masyarakat Sorowako.

PLTA Balambano yang dioperasikan sejak tahun 1999 diketahui memiliki dua turbin ini mampu menghasilkan daya listrik sebesar 110 MW. Energi listrik dari PLTA inilah yang kemudian disalurkan PT Vale ke masyarakat melalui PLN setempat. Tahun lalu, perseroan memasok total 10,7 MW kepada penduduk di luar wilayah tambang.

“Alurnya dari dari PLTA Balambano ke PLN, kemudian PLN lah yang mendistribusikan ke masyarakat,” ujar salah seorang operator PLTA Balambano.

PLTA Balambano memanfaatkan aliran Danau Matano sebagai motor penggerak turbin. Hal sama dengan PLTA Karebbe dan PLTA Larona. Tiga PLTA ini diketahui menghasilkan sekitar 365 MW energi listrik.

Kekinian, surplus energi listrik juga digadang menyokong program transisi penggunaan mobil listrik yang kini menjadi bagian kampanye green mining PT Vale.

Untuk mencapai target menuju pertambangan rendah emisi karbon, PT Vale Indonesia tengah mempersiapkan alih teknologi dari kendaraan bertenaga fosil ke mobil listrik yang rendah emisi karbon dalam kegiatan operasional pertambangan.*

spot_img
RELATED ARTICLES

Most Popular

- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -