KENDARIKINI.COM – Keluarga Muhammad Yusuf Kardawi meminta pemerintah membangun monumen untuk mengenang tragedi September Berdarah di Kendari.
Permintaan tersebut disampaikan Ramlan, orang tua Muhammad Yusuf Kardawi, dalam kegiatan refleksi yang digelar KBM Teknik UHO.
Kegiatan bertajuk “Mengenang, Menyuarakan, Melawan Lupa” berlangsung di Catur Sakti, Kendari, Sabtu (26/9/2026).
Kegiatan tersebut menjadi ruang untuk mengenang peristiwa kekerasan yang menewaskan mahasiswa UHO, Randi dan Muhammad Yusuf Kardawi.
Rangkaian kegiatan meliputi mimbar bebas, pembacaan puisi, pidato, orasi, pemutaran film dokumenter, hingga bedah film.
Selain itu, peserta melakukan bakar lilin, tabur bunga, serta doa bersama orang tua almarhum Muhammad Yusuf Kardawi.
Ayah Almarhum Yusuf Kardawi, Ramlan mengatakan, pembangunan monumen diperlukan sebagai bentuk tanggung jawab moral sekaligus pengingat bagi generasi mendatang.
“Kita percaya pemerintah hari ini bijaksana dan cerdas. Seharusnya tidak ada pihak yang menekan,” kata Ramlan.
Menurutnya, pembangunan monumen merupakan kebutuhan untuk menjaga ingatan terhadap peristiwa September 2019.
“Sebagai tanggung jawab moral, sebaiknya monumen itu diwujudkan. Kita sebagai keluarga tidak pernah memaksakan,” ujarnya.
“Namun, sebaiknya dibuatkan untuk mengenang dan menjadi motivasi generasi ke depannya,” tegas Ramlan.
Tragedi September 2019 menewaskan dua mahasiswa UHO, Randi dan Muhammad Yusuf Kardawi, dalam aksi demonstrasi di Kendari.
Kegiatan refleksi tersebut dihadiri mahasiswa dan masyarakat sebagai ruang mengenang serta membahas kembali peristiwa tersebut.*













