Kamis, Juli 30, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Hilirisasi Nikel Dongkrak Ekonomi Sulawesi Tengah, Industri Pengolahan Tumbuh 15,09 Persen

KENDARIKINI.COM – Program hilirisasi mineral mulai memberikan dampak positif terhadap perekonomian Sulawesi Tengah. Hal itu terlihat dari pertumbuhan sektor industri pengolahan yang menjadi penyumbang terbesar terhadap ekonomi daerah.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Sulawesi Tengah pada Triwulan I 2026 tumbuh 8,32 persen secara tahunan.

Dari sisi lapangan usaha, sektor industri pengolahan mencatat pertumbuhan tertinggi, yakni 15,09 persen, seiring meningkatnya aktivitas pengolahan mineral di provinsi tersebut.

Pertumbuhan tersebut memperkuat posisi Sulawesi Tengah sebagai salah satu pusat hilirisasi nikel nasional yang terus berkembang.

Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, Reny Arniwaty Lamadjido, mengatakan pembangunan kawasan industri harus berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Menurutnya, investasi tidak hanya diukur dari besarnya nilai ekonomi, tetapi juga dari manfaat yang dirasakan masyarakat di sekitar kawasan industri.

Reny menilai pelibatan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta penyediaan fasilitas publik menjadi bagian penting dalam menciptakan pembangunan yang inklusif.

“Kolaborasi yang memberi ruang bagi UMKM lokal serta keterbukaan terhadap fasilitas publik menjadi model pembangunan kawasan industri yang inklusif dan berkelanjutan bagi Sulawesi Tengah,” ujarnya.

Ia berharap sinergi antara pemerintah, investor, dan masyarakat terus diperkuat agar manfaat hilirisasi dapat dirasakan secara merata sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.*

spot_img
RELATED ARTICLES

Most Popular

- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -