KENDARIKINI.COM – Pemkot Kendari memperkuat kolaborasi dengan Universitas Muhammadiyah Kendari (UM Kendari).
Kerja sama tersebut ditandai penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS).
Penandatanganan berlangsung pada Rabu (30/9/2026), dengan fokus pendidikan, SDM, inovasi, dan pembangunan daerah.
Wali Kota Kendari Siska Karina Imran mengatakan pendidikan menjadi perhatian utama pemerintah daerah.
Menurut Siska, pendidikan berkaitan langsung dengan peningkatan kualitas SDM dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).
“Tidak ada lagi alasan masyarakat Kota Kendari untuk tidak melanjutkan pendidikan karena keterbatasan biaya,” katanya.
Pemkot Kendari sebelumnya memberikan 1.000 beasiswa dan seragam sekolah kepada siswa kurang mampu pada 2025.
Program tersebut kembali dilanjutkan pada 2026 dengan jumlah penerima yang sama.
Siska menyebut masih terdapat sekitar 4.000 anak kurang mampu jenjang TK hingga SMP di Kota Kendari.
Pemkot menargetkan kebutuhan bantuan pendidikan dasar tersebut dapat dituntaskan tahun depan.
“InsyaAllah tahun depan kita tuntaskan, lalu dilanjutkan beasiswa D3, S1, S2 dan S3,” ujarnya.
Program beasiswa pendidikan tinggi tersebut menyasar warga Kendari yang memenuhi persyaratan, termasuk memiliki KTP Kendari.
Siska menyebut IPM Kota Kendari 2025 mencapai 86,36 persen, meningkat dibandingkan sekitar 85 persen pada 2024.
Menurutnya, pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan menjadi tiga komponen penting dalam peningkatan IPM.
Karena itu, kerja sama dengan UM Kendari diharapkan memperkuat pendidikan, riset, inovasi, dan pembangunan daerah.
Siska juga mendorong perguruan tinggi menjadi mitra pemerintah dalam menghadirkan solusi pembangunan.
Ia berharap MoU dan PKS tersebut tidak berhenti sebagai dokumen, tetapi diwujudkan melalui program konkret.
“Mari jadikan kesepakatan ini sebagai awal lebih banyak kerja bersama,” katanya.
Siska turut mengajak mahasiswa UM Kendari memberikan gagasan serta ikut menjaga lingkungan dan daerah.*













