Kamis, Juni 11, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
BerandaBeritaRakerprov KONI Sultra Digelar, Gubernur Andi Sumangerukka Tekankan Pembinaan Atlet Berkelanjutan

Rakerprov KONI Sultra Digelar, Gubernur Andi Sumangerukka Tekankan Pembinaan Atlet Berkelanjutan

KENDARIKINI.COM, KENDARI – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) sebagai forum strategis untuk merumuskan arah kebijakan pembinaan atlet dan peningkatan prestasi olahraga daerah secara berkelanjutan.

Rakerprov KONI Sultra tersebut dihadiri jajaran pengurus KONI Sultra serta Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka. Forum ini menjadi ajang konsolidasi organisasi sekaligus penajaman program pembinaan olahraga di Sultra ke depan.

Ketua Umum KONI Sultra, Andi Ady Aksar, dalam laporannya menyampaikan capaian kontingen Sultra pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) Beladiri di Kudus.

Ia mengungkapkan, meski dihadapkan pada keterbatasan serta kondisi kepengurusan yang baru dilantik, atlet Sultra mampu meraih sembilan medali dari sejumlah cabang olahraga yang diikuti.

“Alhamdulillah, semua cabang olahraga yang bertanding berhasil menyumbangkan medali, meskipun belum ada emas. Ke depan, pada PON Beladiri berikutnya, Sultra harus mampu meraih medali emas,” ujar Andi Ady Aksar.

Ia menegaskan, KONI Sultra berkomitmen memberikan bonus kepada atlet berprestasi yang mengharumkan nama daerah. Menurutnya, Rakerprov menjadi momentum penting untuk menyatukan gagasan serta menetapkan kebijakan strategis guna mendorong peningkatan prestasi olahraga Sultra secara berkelanjutan.

Sementara itu, Gubernur Sultra Andi Sumangerukka menekankan bahwa pengembangan olahraga harus dilakukan secara terstruktur dan berkesinambungan, melalui dua pendekatan utama, yakni pembinaan dan pemeliharaan atlet.

“Dalam olahraga itu ada pembinaan dan pemeliharaan. Atlet yang belum berprestasi harus dibina dengan baik, sementara atlet yang sudah berprestasi wajib dipelihara agar prestasinya minimal bisa dipertahankan,” kata Gubernur.

Ia juga mengingatkan agar pengelolaan atlet tidak semata-mata berorientasi pada prestasi, tetapi tetap memperhatikan masa depan atlet, terutama di bidang pendidikan.

“Jangan sampai demi prestasi, masa depan atlet justru terabaikan. Ini harus diatur dengan baik,” tegasnya.

Terkait fasilitas olahraga, Gubernur menyebut sejumlah cabang olahraga unggulan Sultra seperti dayung dan renang telah menjadi identitas daerah. Menurutnya, keterbatasan sarana dan prasarana tidak menjadi penghalang bagi atlet Sultra untuk berprestasi.

“Dengan fasilitas yang minim saja bisa berprestasi, apalagi jika fasilitasnya memadai. Ini yang harus kita pikirkan bersama ke depan,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Gubernur juga menanggapi laporan terkait aset-aset KONI Sultra yang dinyatakan hilang. Ia menegaskan bahwa persoalan aset bukan bersifat personal, melainkan berkaitan dengan pemerintah dan aspek hukum, mengingat aset tersebut bersumber dari anggaran negara.

“Kalau aset, itu urusannya dengan pemerintah dan hukum. Karena anggarannya dari pemerintah, tentu ada mekanisme hukum yang mengaturnya,” jelasnya.

Ia menambahkan, penyelesaian persoalan aset pada prinsipnya tinggal menunggu pihak yang bertanggung jawab untuk menertibkan dan mengembalikannya sesuai ketentuan.
Di tengah kebijakan efisiensi anggaran, Gubernur mengakui adanya keterbatasan dukungan pendanaan untuk sektor olahraga.

Namun demikian, ia optimistis berbagai agenda olahraga, mulai dari kejuaraan daerah, event nasional, hingga Pekan Olahraga Provinsi (Porprov), tetap dapat dilaksanakan dengan memaksimalkan sumber daya yang tersedia.

“Efisiensi pasti ada, tetapi kalau kita bisa memaksimalkan apa yang ada, saya yakin kegiatan olahraga tetap bisa berjalan,” pungkasnya.*

spot_img
RELATED ARTICLES

Most Popular

- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -