Kamis, Juli 9, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Upaya Kakanwil Kemenag Sultra Wujudkan Kerukunan Antar Pemuda Lintas Agama

KENDARIKINI.COM – Kantor Wilayah Kementerian Agama Prov. Sulawesi Tenggara melalui Tim Kerja Kerukunan Umat Beragama, menggelar Nongki-nongki Kerukunan Kita Beda Tapi Rukun, yang bertajuk “Pemuda Rukun Indonesia Maju” bertempat di Kedai Ratu Alam Kota Kendari. Kamis (30/10/2025).

Dikegiatan tersebut, Kakanwil Kemenag Sultra, H. Muhamad Saleh, memberikan sambutan dan arahan, dihadiri Pejabat Administrator Kanwil Kemenag Sultra, Katim Kerja bersama Pelaksana pada Tim Kerja KUB Kanwil Kemenag Sultra, Ketua PMII Sultra, Ketua GMKI Sultra, Ketua PK Komda Sultra, Ketua DPP Peradah Indonesia Perwakilan Sultra, Ketua Pemuda Tri Surya Manggala Sultra serta Tokoh Pemuda Lintas Agama.

Muhamad Saleh dalam sambutannya mengatakan, kegiatan ini menjadi ruang silaturahmi sekaligus sarana memperkuat komunikasi dalam menjaga keharmonisan kehidupan beragama di Sulawesi Tenggara.

“Kata nongki-nongki mungkin identik dengan santai, ngobrol, dan ngopi bareng. Tapi di balik kesederhanaan itu, ada semangat besar, semangat silaturahmi, kebersamaan, dan kerukunan,” ungkap Saleh.

Ia menambahkan, Indonesia kaya akan keberagaman suku, agama, budaya, bahasa. Semua berbeda, tapi semua punya tempat yang sama di tanah air. Dan tugas kita bersama, terutama para generasi muda, adalah menjaga kerukunan itu agar terus hidup dan menguat di tengah masyarakat.

“Kerukunan bukan hanya soal tidak bertengkar, tapi tentang saling menghargai, saling memahami, dan saling membantu. Dengan rukun, kita bisa membangun lingkungan yang damai. Dengan rukun, kita bisa melahirkan ide dan karya yang bermanfaat bagi bangsa,” ujar Saleh.

Menurut Saleh, apa yang dilakukan ini juga merupakan upaya dalam mendukung program Asta Protas Kementerian Agama terkait Kerukunan dan Cinta Kemanusiaan.

Ia sangat mengapresiasi Nongki-Nongki Kerukunan tersebut, sebagai ruang yang positif. Tempat bertemu, menyampaikan aspirasi, berdialog, dan berbagi cerita lintas agama, lintas komunitas, lintas generasi.

“Dari sini, mari kita tunjukkan bahwa perbedaan bukan penghalang, tetapi kekuatan untuk melangkah bersama menuju Indonesia yang lebih maju dan harmonis,” tegasnya.

Saleh mengajak seluruh yang hadir untuk terus menyemai nilai-nilai toleransi dan persaudaraan di setiap langkah kehidupan. Menjadikan kerukunan bukan hanya jargon, tapi harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Semoga kegiatan ini membawa manfaat dan menjadi inspirasi bagi kita semua, bahwa kerukunan antar umat beragama adalah fondasi penting dalam menjaga persatuan dan kedamaian di daerah. Mari saling bertukar pikiran, mempererat tali persaudaraan, serta menguatkan komitmen kebangsaan,” tandasnya.

Acara yang berlangsung penuh keakraban dengan diskusi santai ini, diharapkan dapat menyerap aspirasi pemuda lintas agama dan menjadi agenda rutin, sebagai upaya membangun suasana damai dan harmonis di tengah masyarakat Sultra yang majemuk.

Masih dalam momentum semangat Sumpah Pemuda, dikesempatan tersebut digelar penandatanganan Aksi Pesan Damai oleh Kakanwil Kemenag Sultra bersama para pemuda lintas agama.

Dalam Aksi Pesan Damai yang ditandatangani tersebut dinyatakan :

Kami pemuda pemudi lintas agama Sulawesi Tenggara, berdiri bersama dalam semangat Sumpah Pemuda. Kami berbeda dalam keyakinan, budaya, dan cara pandang namun kami percaya, perbedaan bukan alasan untuk berpisah, tapi kekuatan untuk bersatu.

Dengan semangat “Kita Beda Tapi Rukun”, kami menyuarakan damai, toleransi dan persaudaraan. Kami menolak kebencian, kami lawan prasangka, kami pilih rukun dalam keberagaman. Karena kami tahu, Indonesia kuat bukan karena seragam. Tapi karena beragam. Dari Bumi Anoa, kami serukan : Kita Beda Tapi Rukun – Bersama Jaga Damai Indonesia.*

spot_img
RELATED ARTICLES

Most Popular

- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -