KENDARIKINI.COM – La Ode Umar Bonte kembali menyoroti kasus penghilangan data honorer tenaga kesehatan sebanyak 426 di kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara, Senin 21 Oktober 2024.
Penghilangan sejumlah data tenaga kesehatan sebanyak 426 ini mendorong mereka untuk mengurungkan niat dalam tes Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Sejauh ini, kasus penghilangan data 426 tenaga kesehatan tersebut telah di laporkan di Polres Muna. Sehingga, La Ode Umar Bonte menghimbau kepada jajaran polres Muna untuk menindak tegas oknum-oknum yang menghilangkan data-data tenaga kesehatan ini.
“Karna itu saya meminta kepada Kapolres kabupaten Muna untuk segera menindak tegas siapa pelaku yang sengaja menghilangkan data-data ini,” kata UB pada unggahan video akun TikTok resminya @umarbonte01
Selain itu, UB juga meminta Polda Sulawesi Tenggara untuk menaruh perhatian besar terhadap masalah penghilangan data-data tenaga kesehatan ini.
“Saya minta kepada Kapolda Sulawesi Tenggara harus segera mengusut masalah ini. Harus turun, harus check betul-betul. Periksa, siapa yang menghubungkan data-data ini,” tegasnya.
Sebab menurut UB, masalah ini tidak hanya terjadi di Kabupaten Muna. Melainkan juga kerap terjadi beberapa di daerah Sulawesi Tenggara.
“Karna masalah ini bukan hanya di kabupaten Muna. Masalah ini banyak masalah di seluruh kabupaten, ada di Bombana, di kota Kendari, di Bau-bau, di Buton, di Busel, seluruh kabupaten Sulawesi Tenggara itu mengalami permasalahan yang sama,” ujarnya.
Wakil Ketua Komite II DPD RI ini juga menegaskan bakal mengawal langsung masalah tersebut.
“Tunggu, saya akan pasti turun itu,” pungkasnya.**










