Selasa, Juni 9, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
BerandaBeritaPolemik Pergantian Kader Posyandu dan Perangkat Desa Masalili Muna Terus Bergulir

Polemik Pergantian Kader Posyandu dan Perangkat Desa Masalili Muna Terus Bergulir

KENDARIKINI.COM – Camat Kontunaga yang juga Pj. Kepala Desa Masalili inisial LS menampik tuduhan atas pergantian kader posyandu bila dilatarbelakangi perbedaan pilihan politik.

Untuk diketahui, sebelumnya pergantian kader posyandu ini membuat warga geram hingga berujung pada aksi penyegelan terhadap kantor Desa Masalili pada Jumat (31/1/2025) silam.

Warga Desa Masalili inisial S mengatakan alasan dibalik pergantian ini tidak ditinjau berdasarkan kinerja dari kader yang bersangkutan.

“Pas kita tanya ibu camat karna beliau sudah tidak nyaman dengan kita. Makanya dia cari yang nyaman” katanya pada media ini saat dikonfirmasi melalui sambungan telpon WhatsApp, Minggu (2/2/2025).

Buruknya, kader dengan kinerja yang kurang baik malah dipertahankan. Sebaliknya, yang dipecat adalah Perangkat Desa yang memiliki kinerja baik.

“Malahan ini yang malas tidak dipecat, yang rajin yang dipecat,” ujarnya.

Saat dikonfirmasi media ini melalui sambungan telpon WhatsApp pada senin (3/2/2025), Camat Kontunaga yang juga Pj Kepala Desa Masalili inisial LS menampik tuduhan tersebut.

LS menerangkan bahwa pergantian kader posyandu ini dilakukan berdasarkan peraturan yang berlaku.

“Saya kira alasannya normatif. Saya kira kita tidak melanggar regulasi. Itu kan tidak melanggar Undang-Undang desa terbaru sama Undang-Undang Desa Nomor 3 kalau saya tidak salah tahun 2024 yang terbaru ini sama permendagri tentang pengangkatan pemberhentian perangkat desa,” terangnya.

Lanjut, kata dia, tentu untuk mendorong partisipasi masyarakat dalam perkembangan desa.

“Nah saya juga kan tujuannya ini yang jadi kader-kader ini sudah lama-lama loh ini. Ada yang sudah diatas 10 tahun itu kenapa kita tidak coba berikan juga orang lain ruang untuk belajar. Mendorong peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui posyandu, itu pemikiran saya yah,” imbuhnya.

Selain itu, Ia menginginkan orang-orang yang mampu memahami pola pikirnya dalam menjalankan roda pemerintahan.

“Saya juga butuh orang yang bisa bekerja sama dengan saya, memahami cara berpikir saya, yang bisa menerjemahkan perintah,” ungkapnya.

Ia menampik bila alasan di balik pergantian kader posyandu ini dilatarbelakangi oleh perbedaan pilihan politik.

“Kalau kita mendengar alasan karna pengaruh politik, pengaruh ada kepentingan mau PAW Kepala Desa saya kira itu terlalu penggiringan opini yang keliru, fitnah itu,” pungkasnya.**

spot_img
RELATED ARTICLES

Most Popular

- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -