Jumat, Juni 12, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
BerandaBeritaLongboat Rusak di Perairan Karang Kapota, Ayah dan Anak Berhasil Diselamatkan Tim...

Longboat Rusak di Perairan Karang Kapota, Ayah dan Anak Berhasil Diselamatkan Tim SAR

KENDARIKINI.COM, WAKATOBI – Tim SAR Gabungan berhasil menyelamatkan dua penumpang longboat yang mengalami kerusakan mesin di perairan Karang Kapota, Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara (Sultra), pada Minggu, 11 Januari 2026. Kedua korban ditemukan dalam keadaan selamat dan telah diserahkan kepada pihak keluarga.

Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Kendari menerima laporan kejadian tersebut pada pukul 09.05 Wita dari pihak keluarga korban. Dalam laporan disebutkan, sebuah longboat dengan dua orang penumpang mengalami patah as propeler saat berlayar di sekitar perairan Karang Kapota.

Menindaklanjuti laporan itu, Tim Rescue Pos SAR Wakatobi diberangkatkan pada pukul 09.20 Wita menuju lokasi kejadian atau Last Known Position (LKP) yang berjarak sekitar 17,2 mil laut dari Pos SAR Wakatobi.

Kepala KPP Kendari, Amiruddin A.S., melalui keterangan resminya menyampaikan bahwa tim SAR gabungan bergerak cepat melakukan pencarian dan pertolongan dengan melibatkan sejumlah unsur terkait.

“Pada pukul 10.45 Wita, tim SAR gabungan berhasil menemukan longboat beserta dua orang penumpangnya sekitar 3,6 mil laut arah tenggara dari LKP dalam kondisi selamat,” ujar Amiruddin melalui siaran resminya.

Kedua korban kemudian dievakuasi menuju Pelabuhan Perikanan Numana dan diserahterimakan kepada keluarga. Dengan ditemukannya seluruh penumpang dalam kondisi selamat, operasi SAR dinyatakan selesai dan resmi ditutup. Seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke kesatuannya masing-masing.

Dua korban yang diselamatkan diketahui bernama La Biru (55) dan Soecheang (22), warga Desa Numana, Kabupaten Wakatobi. Keduanya merupakan ayah dan anak.

Berdasarkan kronologi, peristiwa bermula pada pukul 07.30 Wita saat kedua korban bertolak dari Karang Kapota menuju Wanci menggunakan longboat. Namun di tengah perjalanan, kapal mengalami kerusakan mesin akibat patahnya as propeler sehingga tidak dapat melanjutkan pelayaran dan membutuhkan bantuan SAR.

Dalam operasi tersebut, unsur yang terlibat antara lain Staf Operasi KPP Kendari, Pos SAR Wakatobi, Polair Wakatobi, dan Pos TNI AL Wakatobi. Sementara peralatan yang digunakan meliputi Rigid Inflatable Boat (RIB), peralatan medis, peralatan evakuasi, sarana komunikasi, serta perlengkapan keselamatan lainnya.

Selama operasi berlangsung, kondisi cuaca dilaporkan berawan dengan kecepatan angin sekitar 16 kilometer per jam dari arah barat dan tinggi gelombang berkisar 0 hingga 0,7 meter berdasarkan data BMKG.*

spot_img
RELATED ARTICLES

Most Popular

- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -