KENDARIKINI.COM – Video yang memperlihatkan kepanikan penumpang kapal feri di lintasan Kendari–Langara viral di media sosial dan memunculkan berbagai spekulasi. Namun otoritas pelabuhan memastikan peristiwa tersebut bukan kecelakaan laut dan kapal tetap beroperasi dalam kondisi aman.
Kepala UPP Kelas III Lapuko, Nurbaya, menegaskan bahwa kapal yang dimaksud adalah KMP Tunu dan seluruh penumpang telah tiba di Pelabuhan Langara dengan selamat. Ia menyebut, situasi di dalam kapal sempat memanas akibat perubahan cuaca ekstrem yang terjadi secara tiba-tiba di tengah pelayaran.
“Kondisi kapal aman. Tidak ada mesin mati seperti yang diberitakan. Kapal tetap berjalan dan akhirnya sandar dengan selamat,” ujar Nurbaya saat dikonfirmasi pada Senin, 12 Januari 2026.
Menurutnya, KMP Tunu berangkat dari Pelabuhan Kendari sekitar pukul 06.00 Wita dengan cuaca yang masih normal. Sekitar satu setengah jam sebelum tiba di Langara, kapal dihantam hujan deras disertai angin kencang.
Nahkoda kemudian mengambil langkah antisipasi untuk menjaga keselamatan pelayaran hingga kapal berhasil bersandar.
Nurbaya menjelaskan, kepanikan muncul dari sebagian penumpang yang terpengaruh kondisi cuaca sehingga sejumlah penumpang berinisiatif mengambil life jacket sendiri tanpa adanya instruksi dari awak kapal.
“Tidak ada perintah dari kru untuk mengenakan pelampung. Penumpang panik sendiri. Kalau lebih tenang, situasinya tidak akan seperti di video,” jelasnya.
Ia juga membantah keras informasi yang menyebutkan mesin kapal mati. Berdasarkan komunikasi langsung dengan nahkoda, kapal tetap melaju dengan kecepatan sekitar 6 knot hingga tiba di pelabuhan tujuan.
“Informasi mesin mati itu tidak benar. Kapal dalam kondisi normal dan seluruh penumpang serta barang sudah diturunkan dengan aman,” tegasnya.
Meski demikian, pihak terkait tetap mengambil langkah antisipasi dengan menyiagakan unsur pengamanan. Kapal patroli KN.P 370 dan unsur Basarnas dilaporkan dalam kondisi standby setelah muncul laporan awal dari masyarakat.
“Semua unsur kami siagakan, tetapi setelah dikonfirmasi langsung ke kapal, tidak ditemukan kondisi darurat sehingga tidak dilakukan evakuasi,” kata Nurbaya.
Ia pun mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam menyikapi informasi di media sosial dan tidak mudah menyebarkan kabar yang belum terverifikasi karena dapat memicu kepanikan yang lebih luas.
“Kami harap masyarakat menunggu informasi resmi agar tidak menimbulkan keresahan,” pungkasnya.*










