KENDARIKINI.COM – Genangan air limbah mencemari salah satu ruas jalan utama di Kota Kendari yang menjadi akses masyarakat menuju Bandara Halu Oleo, di Konawe Selatan. Kondisi ini terjadi di Jalan D. Panjaitan, Kelurahan Baruga, Kecamatan Baruga dan diduga kuat bersumber dari limbah Rumah Sakit Umum (RSU) Aliyah Tiga yang bercampur dengan limbah rumah tangga.
Pantauan Jurnalis Kendarikini.com di lokasi menunjukkan, air berwarna keruh dengan bau menyengat menggenangi sebagian badan jalan. Limbah yang menggenang ke badan jalan tersebut mengganggu kenyamanan pengguna jalan dan berpotensi membahayakan kesehatan masyarakat. Genangan tersebut juga memperparah kondisi lalu lintas di jalur vital penghubung Kota Kendari dan Bandara Halu Oleo.
Dugaan sementara, limbah tersebut mengalir ke jalan akibat sistem drainase yang tidak berfungsi normal. Namun, keberadaan fasilitas layanan kesehatan di sekitar lokasi memunculkan sorotan terhadap pengelolaan limbah RSU Aliyah Tiga, yang seharusnya memiliki sistem pengolahan limbah medis dan nonmedis sesuai standar lingkungan.
Padahal, rumah sakit sebagai fasilitas pelayanan kesehatan diwajibkan memastikan limbahnya tidak mencemari lingkungan sekitar.
Menanggapi kondisi tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Kendari, Muh. Jayadi, menyatakan pihaknya memiliki perencanaan penanganan drainase secara menyeluruh, termasuk drainase yang tidak berfungsi di kawasan Baruga.
“Untuk perencanaan drainase, kami sudah memiliki master plan. Tinggal pelaksanaannya menyesuaikan dengan kemampuan anggaran,” ujar Jayadi saat dikonfirmasi jurnalis Kendarikini.com, Kamis, 15 Januari 2026.
Meski demikian, Jayadi mengakui perbaikan belum bisa dilakukan dalam waktu dekat. Ia memastikan pihak PUPR akan turun langsung ke lapangan untuk mengecek kondisi drainase di sekitar RSU Aliyah Tiga.
“Nanti kami cek langsung di lapangan. Kami tidak bisa langsung melaksanakan, tapi akan dilakukan peninjauan bersama, termasuk rencana sweeping dengan Wakil Wali Kota Kendari,” jelasnya.
Kondisi genangan limbah di jalan protokol ini memunculkan pertanyaan terkait pengawasan pengelolaan limbah rumah sakit oleh instansi terkait. Warga berharap pemerintah daerah tidak hanya fokus pada perbaikan drainase, tetapi juga menertibkan sumber limbah agar kejadian serupa tidak terus berulang di kawasan padat aktivitas tersebut.
Di sisi lain, Direktur RSU Aliyah Tiga Kendari, dr. Hendra Wijaya, menyebut bahwa terkait kondisi genangan air di sebagian ruas badan jalan bukan disebabkan dari air Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), namun dari air penampungan.
“Penampungan yang satunya itu lagi bermasalah kemarin itu memang mesin pompa air lagi bermasalah satu ada dua pompa air sementara kita ganti dengan seluruh instalasi. Bukan air IPAL kalau air IPAL itu kami yakin nda keluar sampai ke situ pernah memang ada penampungan tersendiri dan sudah tersaring semua,” ujar dr. Hendra Wijaya, saat dikonfirmasi jurnalis Kendarikini.com pada Kamis, 15 Januari 2026.(Faldi)*










