KENDARIKINI.COM – Manajemen Tajak Ramadan Group (TRG) akhirnya angkat bicara terkait isu dugaan penelantaran jemaah umrah serta tuntutan pengembalian dana dari sejumlah calon jemaah umrah dan haji.
Owner Tajak Ramadan Group, Hj Amra Nur, membantah tudingan bahwa pihaknya telah menelantarkan jemaah umrah. Ia menegaskan informasi yang beredar tidak sepenuhnya sesuai dengan kondisi di lapangan.
“Kami tidak pernah menelantarkan jemaah. Yang terjadi merupakan proses transit perjalanan sebelum melanjutkan kepulangan ke Indonesia,” ujar Hj Amra Nur dalam keterangan resminya, Minggu (16/2/2026).
Menurutnya, perjalanan umrah merupakan rangkaian perjalanan internasional yang melibatkan berbagai pihak, mulai dari maskapai penerbangan, pengurusan visa, hingga penyedia layanan hotel di luar negeri, termasuk di Mekkah. Kondisi tersebut, kata dia, memungkinkan adanya penyesuaian jadwal penerbangan atau transit yang berada di luar kendali pihak travel.
“Seluruh jemaah tetap dalam tanggung jawab dan pengawasan travel selama proses perjalanan berlangsung,” jelasnya.
Ia menambahkan, faktor teknis seperti perubahan jadwal penerbangan internasional dan koordinasi dengan operator di luar negeri dapat memengaruhi waktu perjalanan. Namun, hal tersebut disebut sebagai bagian dari mekanisme perjalanan umrah pada umumnya.
Terkait permintaan pengembalian dana dari sejumlah calon jemaah umrah dan haji, manajemen TRG memastikan proses refund sedang berjalan sesuai prosedur. Perusahaan menyebut waktu maksimal 90 hari dibutuhkan untuk menyelesaikan tahapan administrasi.
Adapun tahapan tersebut meliputi verifikasi data jemaah, pembatalan tiket penerbangan internasional, pembatalan hotel dan layanan di luar negeri, pengembalian dana dari vendor terkait, hingga proses administrasi keuangan internal.
“Dana jemaah tetap aman dan menjadi tanggung jawab perusahaan. Proses refund mengikuti prosedur sesuai kontrak perjalanan,” tegasnya.
TRG juga menyatakan tengah melakukan evaluasi internal guna meningkatkan kualitas pelayanan, termasuk sistem komunikasi dengan jemaah serta penguatan pusat informasi pelanggan.
Manajemen memastikan membuka jalur komunikasi resmi bagi jemaah yang membutuhkan informasi terkait jadwal keberangkatan maupun proses pengembalian dana.
“Kami berkomitmen meningkatkan pelayanan dan transparansi kepada seluruh jemaah,” pungkasnya.*










