
KENDARIKINI.COM — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Tenggara melaporkan kinerja sektor jasa keuangan daerah tetap stabil sepanjang 2025.
Laporan tersebut disampaikan melalui peluncuran infografis kinerja sektor jasa keuangan di Kendari, Senin (2/3/2026).
Kepala OJK Sultra Bismi Maulana Nugraha mengatakan sektor keuangan daerah tumbuh kokoh dan inklusif.
Pertumbuhan didorong stabilitas perbankan serta meningkatnya kepercayaan investor lokal.
Menurut Bismi, sinergi kinerja aset dan edukasi keuangan menjaga ketahanan sektor keuangan daerah.
Sepanjang 2025, total aset perbankan di Sultra tercatat mencapai Rp63,25 triliun.
Dana pihak ketiga mencapai Rp33,11 triliun atau tumbuh 2,31 persen secara tahunan.
Komposisi dana didominasi tabungan 68,4 persen, deposito 15,9 persen, dan giro 15,7 persen.
Sementara total kredit yang disalurkan mencapai Rp42,72 triliun atau tumbuh 5,20 persen.
Penyaluran kredit didominasi sektor konsumsi sebesar 57 persen.
Kredit modal kerja tercatat 26 persen dan kredit investasi sebesar 17 persen.
Kualitas kredit tetap terjaga dengan rasio kredit bermasalah 1,24 persen.
Loan to Deposit Ratio tercatat sebesar 129,04 persen.
Pada sektor pasar modal, jumlah investor meningkat 42,67 persen menjadi 157.693 investor.
Instrumen reksa dana mendominasi dengan porsi 70,1 persen.
Sementara saham 28,1 persen dan Surat Berharga Negara sebesar 1,8 persen.
Industri Keuangan Non-Bank juga mencatat piutang pembiayaan Rp6,79 triliun.
OJK Sultra juga menggelar 360 kegiatan edukasi keuangan yang menjangkau 153.676 peserta.
Sepanjang 2025, OJK menerima 1.404 layanan pengaduan masyarakat.
Memasuki 2026, OJK menargetkan edukasi keuangan bagi 160.000 peserta di seluruh kabupaten kota.
OJK juga memperkuat pengawasan investasi ilegal melalui Satgas PASTI.
Langkah tersebut untuk menjaga kepercayaan publik terhadap sektor keuangan.*







