Rabu, Juni 17, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
BerandaBeritaSejarah Sultra 62 Tahun, Dari Kabupaten hingga Provinsi Mandiri

Sejarah Sultra 62 Tahun, Dari Kabupaten hingga Provinsi Mandiri

KENDARIKINI.COM – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara melalui Dinas Kominfo mengulas sejarah terbentuknya Bumi Anoa yang kini berusia 62 tahun.

Gubernur Sultra Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka melalui Kadis Kominfo Sultra, Andi Syahrir, menyampaikan perjalanan panjang daerah tersebut.

Pada awal kemerdekaan, Sultra belum menjadi provinsi, melainkan satu kabupaten dengan ibu kota di Bau-Bau.

Wilayah itu tergabung dalam Provinsi Sulawesi Selatan-Tenggara yang berpusat di Makassar berdasarkan PP Nomor 34 Tahun 1952.

Sebelumnya, wilayah Sultra berada di bawah kekuasaan Kesultanan Buton dan Kerajaan Laiwoi.

Pada masa kolonial Belanda, daerah ini masuk administrasi Onderafdeling Boeton Laiwoi yang berpusat di Bau-Bau.

Tahun 1959, wilayah Sultra dimekarkan menjadi empat daerah tingkat II karena luas wilayah yang besar.

Empat daerah tersebut yakni Kabupaten Kolaka, Buton, Muna, dan Kendari dengan pimpinan masing-masing.

Kondisi geografis dan keterbatasan infrastruktur mendorong tokoh lokal memperjuangkan pembentukan provinsi mandiri.

Upaya itu membuahkan hasil melalui UU Nomor 13 Tahun 1964 yang menetapkan Sultra sebagai provinsi.

Penetapan tersebut berlangsung pada 27 April 1964 dan menjadi tonggak sejarah Hari Ulang Tahun Sultra.

Seiring waktu, Sultra terus berkembang melalui pemekaran wilayah hingga memiliki 15 kabupaten dan dua kota.

Saat ini, Sultra dikenal sebagai daerah yang kaya potensi dan masyarakatnya hidup rukun.

Pemerintah berharap momentum 62 tahun ini mendorong Sultra semakin maju, aman, sejahtera, dan religius.*

spot_img
RELATED ARTICLES

Most Popular

- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -