KENDARIKINI.COM – Laskar Sastra Universitas Halu Oleo kembali menggelar Pentas Arena XVIII sebagai ruang ekspresi seni.
Kegiatan tahunan ini melibatkan mahasiswa dan masyarakat umum dalam berbagai pertunjukan seni dan literasi.
Beragam penampilan disajikan, mulai pembacaan puisi, tari, musikalisasi puisi, hingga pertunjukan teaterikal.
Seluruh pertunjukan dikemas menarik untuk menghadirkan pengalaman seni yang edukatif dan menghibur.
Pembina Laskar Sastra, Ahmad Ridwan Wanderer, menilai kegiatan ini penting menjaga eksistensi budaya lokal.
Menurutnya, Pentas Arena menjadi ruang tumbuh bagi pelaku seni untuk terus berkarya dan berproses.
“Melalui seni Nusantara, kita membangun generasi yang berakar kuat pada budaya,” ujarnya.
Ketua Laskar Sastra, Azman Zul Zaman, menyebut kegiatan ini terbuka dan dapat dinikmati gratis.
Ia mengajak masyarakat hadir langsung menyaksikan pertunjukan yang telah disiapkan panitia.
“Kegiatan ini menjadi ruang bersama menikmati seni tanpa batas,” katanya.
Mengusung tema “Lewat Seni Nusantara Ciptakan Gemilang Lastra”, acara ini menekankan semangat berkesenian.
Pentas Arena XVIII diharapkan memperkuat apresiasi seni di kalangan generasi muda Sulawesi Tenggara.
Laskar Sastra UHO optimistis kegiatan ini mampu menghidupkan ekosistem seni dan budaya daerah.*










