Rabu, Agustus 5, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Teguh Santosa Luruskan Pernyataan Prabowo Soal Senjata Nuklir Iran

KENDARIKINI.COM – Ketua Umum Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI), Teguh Santosa, meluruskan polemik pernyataan Presiden Prabowo Subianto mengenai senjata nuklir Iran.

Menurut Teguh, potongan video yang beredar telah keluar dari konteks pidato Presiden Prabowo di Istana Negara, 31 Juli 2026.

Prabowo, katanya, sedang menguraikan dinamika geopolitik global dan berbagai risiko strategis yang dihadapi Indonesia.

Teguh menegaskan tidak ada pernyataan Prabowo yang menyebut Iran secara pasti telah memiliki senjata nuklir.

Ia menjelaskan, pernyataan tersebut merupakan ilustrasi situasi hipotetikal menggunakan pendekatan Game Theory dalam analisis geopolitik.

“Prabowo hanya menguraikan kemungkinan skenario yang berkembang di panggung politik internasional,” kata Teguh di Bandung, Rabu (5/8/2026).

Pengamat hubungan internasional itu menyebut analisis seperti ini lazim digunakan pemimpin negara untuk mengukur risiko geopolitik.

Teguh juga menegaskan Iran tidak memiliki senjata nuklir, merujuk pada fatwa pemimpin Revolusi Islam Iran.

Menurutnya, senjata nuklir bertentangan dengan prinsip perang dalam Islam karena bersifat tidak diskriminatif terhadap korban.

Ia membandingkan polemik tersebut dengan pidato Prabowo tahun 2018 yang mengutip novel Ghost Fleet sebagai ilustrasi strategis.

Penggunaan skenario terburuk, katanya, bertujuan membangun kewaspadaan nasional, bukan menyampaikan fakta yang telah terjadi.

Teguh mengimbau media memverifikasi informasi dan tidak memotong konteks pernyataan pejabat publik demi sensasi.

JMSI, lanjutnya, terus mendorong pemberitaan yang akurat, berimbang, berbasis fakta, serta menjaga konteks informasi.*

spot_img
RELATED ARTICLES

Most Popular

- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -