KENDARIKINI.COM – Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara Hugua menjadi narasumber Simposium Kebangsaan HUT ke-25 UMK, Selasa (15/9/2026).
Kegiatan bertema “Sultra dan Masa Depan Pembangunan Berkelanjutan” tersebut berlangsung di Aula Universitas Muhammadiyah Kendari.
Simposium turut menghadirkan Wakil Ketua Komite II DPD RI La Ode Umar Bonte dan Dirbinmas Polda Sultra Kombes Pol Suharman Sanusi.
Dalam paparannya, Hugua membahas dinamika pembagian kewenangan antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah.
Ia menyoroti sejumlah sektor strategis, termasuk pertambangan dan pengelolaan lingkungan yang kewenangannya terbagi antara pusat dan daerah.
Menurut Hugua, keterbatasan kewenangan daerah menjadi konsekuensi dari sistem pemerintahan dan pembagian urusan pemerintahan.
Hugua juga mengajak mahasiswa mempersiapkan kapasitas diri menghadapi perkembangan teknologi dan tantangan masa depan.
“Era ini membutuhkan orang-orang yang mampu mengendalikan dan menguasai teknologi,” tegas Hugua.
Ia kemudian memaparkan potensi strategis Sulawesi Tenggara dalam pembangunan Indonesia menuju 2045.
“Dahulu pusat peradaban dunia berada di Eropa, lalu bergeser ke Asia,” ujar Hugua.
Hugua menyebut Sultra memiliki potensi sumber daya energi, pertanian, perikanan serta posisi geografis yang strategis.
Sultra juga berada pada jalur ALKI III yang menghubungkan kawasan Asia Timur dengan Pasifik, Australia dan Amerika.
Ia kemudian mengajak mahasiswa memikirkan kontribusi yang dapat diberikan bagi pembangunan Sultra dan Indonesia.
Wakil Rektor III UMK Yusuf menekankan pentingnya sinergi akademisi, pemerintah dan mahasiswa dalam pembangunan daerah.
“Mahasiswa sebagai agen perubahan masa kini dan masa depan harus mengambil peran aktif,” kata Yusuf.
Simposium dilanjutkan diskusi interaktif bersama peserta sebelum ditutup dengan penyerahan cinderamata dan foto bersama.*













