KENDARIKINI.COM – PT PLN (Persero) mempercepat pemulihan sejumlah Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) untuk memperkuat pasokan listrik sistem Sulawesi Bagian Selatan (Sulbagsel).
Langkah tersebut dilakukan menyusul penurunan produksi Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) akibat terbatasnya ketersediaan air di wilayah tangkapan Danau Poso, Sulawesi Tengah, yang dipengaruhi fenomena El Niño.
Berdasarkan kondisi sistem per 5 November 2026, PLTU Jeneponto dan PLTU Barru telah kembali beroperasi dan berkontribusi memperkuat pasokan listrik.
Sementara itu, PLTU Moramo dan PLTU Palu 3 masih menjalani proses pemulihan serta penyelesaian pekerjaan teknis sebelum kembali beroperasi.
General Manager PLN UID Sulselrabar, Didik Wicaksono, mengatakan percepatan pemulihan pembangkit menjadi langkah penting menjaga keseimbangan pasokan dan kebutuhan listrik.
Menurutnya, PLN terus mengoptimalkan pembangkit yang tersedia untuk mengantisipasi penurunan kemampuan produksi listrik dari sektor hidro.
Data PLN menunjukkan daya mampu pasok PLTA Poso saat ini sebesar 200 megawatt (MW), jauh di bawah kondisi normal yang mencapai 515 MW.
Dengan demikian, terjadi penurunan kemampuan pasok sebesar 315 MW. Padahal, PLTA berkontribusi lebih dari 30 persen terhadap pasokan listrik sistem Sulbagsel.
Selain pemulihan pembangkit, PLN memantau kondisi hidrologi Danau Poso dan mendukung pelaksanaan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) sejak 21 Oktober 2026.
Upaya tersebut dilakukan bersama pemangku kepentingan untuk meningkatkan potensi curah hujan di wilayah tangkapan air Danau Poso.
PLN juga berkoordinasi dengan pengelola pembangkit untuk mengoptimalkan sumber daya listrik serta mengatur beban berdasarkan kondisi pasokan dan kebutuhan masyarakat.
Didik menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan atas ketidaknyamanan akibat kondisi pasokan listrik saat ini.
Ia memastikan PLN terus mengupayakan pemulihan melalui percepatan perbaikan pembangkit dan optimalisasi sumber daya yang tersedia.
PLN turut mengimbau masyarakat menggunakan listrik secara bijak dan efisien selama proses pemulihan sistem kelistrikan Sulbagsel berlangsung.*














