KENDARIKINI.COM – Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Tenggara mencatat berbagai program pemerintah di sektor pendidikan, kesehatan, dan ekonomi turut mendukung pembangunan manusia sepanjang 2025–2026.
Kepala BPS Sultra, Hadi Sutanto, mengatakan peningkatan kualitas pembangunan manusia tidak terlepas dari perluasan akses pelayanan dasar bagi masyarakat.
Pada sektor pendidikan, program Sekolah Rakyat mulai berjalan pada tahun ajaran 2025/2026 di Kota Kendari dengan 328 siswa dan Kabupaten Buton Tengah sebanyak 313 siswa.
Program tersebut menyasar anak-anak dari keluarga kurang mampu agar memperoleh kesempatan pendidikan yang lebih luas.
Pemerintah juga menghadirkan sejumlah program beasiswa, di antaranya Sultra Cerdas 2026 untuk jenjang D4/S1 hingga S3, Beasiswa Bombana Berani, serta bantuan pendidikan dari pemerintah daerah dan CSR.
Selain itu, sebanyak 150 mahasiswa ITKB Muhammadiyah di Muna Barat menerima bantuan pendidikan.
Hadi menjelaskan, peningkatan rata-rata lama sekolah menjadi salah satu faktor yang mendorong kenaikan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Sultra.
“Yang terutama mendominasi peningkatan itu adalah rata-rata lama sekolah,” jelasnya.
Pada sektor kesehatan, pemerintah menjalankan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) melalui puskesmas di seluruh kabupaten/kota, termasuk pemeriksaan kesehatan di sekolah.
Penguatan fasilitas kesehatan juga dilakukan melalui penambahan puskesmas, pengembangan layanan rumah sakit, serta penyediaan tujuh ambulans puskesmas di Kabupaten Buton.
Pemanfaatan layanan kesehatan meningkat di sejumlah daerah. Pasien BLUD Konawe Utara naik 29,46 persen, RSUD Kolaka Timur 21,24 persen, dan RSUD Bombana 13,59 persen.
Sementara itu, program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu upaya mendukung pemenuhan gizi anak sekolah, balita, dan ibu hamil.
Jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Sultra meningkat dari 18 unit pada triwulan II 2025 menjadi 266 unit pada triwulan II 2026.
Penguatan ekonomi masyarakat juga dilakukan melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Sebanyak 91 unit tercatat siap beroperasi pada triwulan II 2026.
Dari sisi ekonomi, pertumbuhan Sultra meningkat dari 5,74 persen pada triwulan III 2025 menjadi 6,07 persen pada triwulan III 2026 secara kumulatif.
Persentase penduduk miskin pada Maret 2026 juga turun menjadi 10,02 persen, berkurang 0,52 poin persentase dibandingkan Maret 2025.
BPS menilai berbagai program tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat tiga dimensi pembangunan manusia, yakni pendidikan, kesehatan, dan standar hidup layak.*














