KENDARIKINI.COM – Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Andi Sumangerukka, meninjau pembangunan infrastruktur jalan dan pelabuhan di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) dan Bombana, Rabu (4/11/2026).
Peninjauan tersebut menyasar tiga proyek, yakni peningkatan Jalan Punggaluku–Ambesea, rehabilitasi Pelabuhan Penyeberangan Torobulu, serta peningkatan Jalan Kasipute–Lora–Bambaea.
Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan kualitas pembangunan infrastruktur sekaligus memperkuat konektivitas antarwilayah dan pemerataan pembangunan di Sulawesi Tenggara.
Di Konawe Selatan, Gubernur didampingi Bupati Irham Kalenggo dan Wakil Bupati Wahyu Ade Pratama Imran saat meninjau pengerjaan Jalan Punggaluku–Ambesea sepanjang lebih dari 12 kilometer.
Andi Sumangerukka mengatakan, peninjauan dilakukan untuk memastikan pekerjaan sesuai standar dan menjawab kebutuhan masyarakat.
Ia menyebut masyarakat memberikan respons positif karena ruas jalan tersebut menjadi salah satu jalur penggerak ekonomi daerah.
Pemprov Sultra juga berencana melanjutkan peningkatan jalan hingga sekitar 50 kilometer apabila kondisi anggaran memungkinkan.
Menurutnya, Konawe Selatan memiliki posisi strategis sebagai wilayah penghubung dengan fasilitas pendukung, termasuk bandara dan pelabuhan.
Ia menilai pengembangan sejumlah fasilitas pendidikan dan pertahanan membutuhkan dukungan infrastruktur jalan yang memadai.
Selain pembangunan daratan, Pemprov Sultra juga memprioritaskan pembangunan wilayah kepulauan agar pemerataan infrastruktur dapat terwujud.
Selanjutnya, Gubernur meninjau rehabilitasi Pelabuhan Penyeberangan Torobulu. Ia meminta pembangunan dipercepat dan ditata dengan baik agar fasilitas tersebut dapat beroperasi optimal.
Penataan pelabuhan diharapkan mendukung kelancaran mobilitas masyarakat, terutama menjelang peningkatan arus penyeberangan akhir tahun dan Ramadan.
Di Kabupaten Bombana, Gubernur meninjau peningkatan Jalan Kasipute–Lora–Bambaea bersama Bupati Burhanuddin, Wakil Bupati Ahmad Yani, Forkopimda, dan masyarakat.
Proyek jalan sepanjang sekitar 10 kilometer tersebut menelan anggaran sekitar Rp30 miliar.
Andi Sumangerukka mengatakan pembangunan infrastruktur menjadi salah satu upaya pemerintah meningkatkan aktivitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
Selain jalan, Pemprov Sultra menargetkan pembangunan 603 rumah layak huni pada 2026.
Jumlah tersebut direncanakan meningkat menjadi 1.500 unit pada tahun berikutnya bagi masyarakat yang memenuhi persyaratan.
Gubernur juga mendorong pembangunan kawasan terpadu yang mencakup perbaikan jalan, hunian, sanitasi, air bersih, puskesmas pembantu, dan fasilitas pendidikan.
Ia menambahkan, pemerintah provinsi akan memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat dalam pembangunan desa nelayan dan pembukaan lapangan kerja.
Dalam kunjungan tersebut, Gubernur turut menyerahkan bantuan mimbar masjid dan santunan kepada masyarakat setempat.*














