Selasa, Juli 7, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Defisit Neraca Perdagangan Sultra Februari 2026, Impor Melonjak Tajam

KENDARIKINI.COM – Neraca perdagangan Sulawesi Tenggara mengalami defisit US$1,74 juta pada Februari 2026.

BPS mencatat ekspor sebesar US$291,74 juta, lebih rendah dibanding impor US$293,49 juta.

Nilai ekspor naik 4 persen dibanding Februari 2025. Namun, volume ekspor turun 3,10 persen.

Kenaikan ekspor didorong komoditas besi dan baja yang tumbuh 11,54 persen.

Ekspor Januari–Februari 2026 didominasi industri pengolahan sebesar 99,82 persen.

Tiongkok menjadi tujuan utama ekspor dengan nilai US$583,78 juta atau 96,28 persen.

Dari sisi impor, nilai impor Februari 2026 melonjak 167,02 persen dibanding tahun sebelumnya.

Peningkatan terbesar berasal dari mesin dan peralatan mekanik, naik drastis hingga 2.491 persen.

Tiga negara pemasok utama impor adalah Tiongkok, Singapura, dan Malaysia.

Inflasi Sultra Maret 2026 tercatat 3,37 persen secara tahunan dengan IHK 111,55.

Inflasi tertinggi terjadi di Kolaka, sedangkan terendah di Konawe.

Kenaikan harga dipicu kelompok perumahan, makanan, pendidikan, dan perawatan pribadi.

Nilai Tukar Petani turun 1,64 persen menjadi 98,55 akibat turunnya harga hasil pertanian.

TPK hotel bintang Februari 2026 turun menjadi 28,70 persen dibanding Januari.

Jumlah penumpang udara dan laut juga menurun signifikan pada Februari 2026.

Penurunan terjadi pada penumpang berangkat maupun datang di seluruh moda transportasi.*

spot_img
RELATED ARTICLES

Most Popular

- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -