Senin, Juli 6, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Dugaan Pelecehan Digital Ajudan Kepala Daerah, Korban Bertambah Dua Orang

KENDARIKINI.COM – Dugaan pelecehan seksual berbasis digital oleh oknum ajudan kepala daerah di Kepulauan Buton mengemuka.

Sedikitnya dua perempuan diduga menjadi korban tindakan tidak pantas tersebut.

Salah satu korban, sebut saja Mawar, mengaku mengalami trauma berat akibat kejadian itu.

Dilansir dari Satulis, Ia mengungkapkan, pelaku tiba-tiba melakukan panggilan video dalam kondisi tidak pantas.

“Saya kaget, dia VC dan sudah memperlihatkan alat kelaminnya,” ujar Mawar, Kamis (26/3/2026).

Peristiwa terjadi saat korban berada di rumah pada malam hari.

Dalam kesempatan itu, pelaku juga mengajak korban keluar, namun ditolak.

Korban menjelaskan, perkenalan mereka bermula melalui TikTok sejak Agustus 2025.

Komunikasi berlanjut intens hingga Februari 2026 setelah korban memberikan nomor WhatsApp.

Memasuki Ramadan, tindakan pelaku disebut semakin berani dan berulang.

Dalam panggilan video, pelaku kembali memperlihatkan bagian tubuh sensitif sambil memaksa korban.

“Saya menolak, tapi dia terus memaksa dan menyebut saya egois,” ungkapnya.

Usai melakukan aksinya, pelaku langsung mengakhiri panggilan video tersebut.

Korban menegaskan hubungan mereka tidak pernah lebih dari sekadar kenalan.

Akibat kejadian itu, korban mengalami trauma mendalam dan ketakutan berkepanjangan.

Ia juga menyebut pelaku mengaku memiliki dorongan seksual tinggi dan sulit mengendalikan diri.

Tindakan tersebut diduga terjadi lebih dari satu kali terhadap korban.

Perbuatan ini tergolong Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO). Pelaku terancam dijerat UU TPKS Nomor 12 Tahun 2022, UU ITE, dan KUHP.*

spot_img
RELATED ARTICLES

Most Popular

- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -