Kamis, Oktober 1, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
BerandaBeritaTiongkok Kuasai 95,30 Persen Pangsa Pasar Ekspor Sultra 2026

Tiongkok Kuasai 95,30 Persen Pangsa Pasar Ekspor Sultra 2026

KENDARIKINI.COM – Tiongkok menjadi negara tujuan utama ekspor Sulawesi Tenggara (Sultra) sepanjang Januari hingga Agustus 2026. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Sultra, pangsa ekspor ke Tiongkok mencapai 95,30 persen dari total ekspor daerah tersebut.

Data tersebut disampaikan BPS Sultra dalam rilis statistik di Lantai 3 Gedung BPS Sultra, Jalan Boulevard, Kecamatan Kambu, Kota Kendari, Kamis (1/10/2026).

Selain Tiongkok, ekspor Sultra juga ditujukan ke India sebesar 2,50 persen, Amerika Serikat 1,21 persen, Korea Selatan 0,63 persen, Puerto Rico 0,07 persen, serta negara lainnya sebesar 0,29 persen.

Nilai ekspor Sultra ke Tiongkok selama delapan bulan pertama 2026 tercatat sebesar US$2.500,80 juta. Komoditas utama yang diekspor berupa besi dan baja (HS 72), biji-bijian berminyak (HS 12), serta ikan dan udang (HS 03).

Untuk komoditas besi dan baja, nilai ekspornya tercatat US$2.530,60 juta. Sementara biji-bijian berminyak mencapai US$1,83 juta dan ikan serta udang sebesar US$0,72 juta.

India menjadi negara tujuan ekspor terbesar kedua dengan nilai US$66,36 juta. Ekspor ke negara tersebut didominasi besi dan baja senilai US$66,16 juta serta minyak atsiri dan kosmetik wangi-wangian (HS 33) sebesar US$0,20 juta.

Sementara itu, ekspor Sultra ke Amerika Serikat mencapai US$32,23 juta. Komoditas yang dikirim antara lain ikan dan udang senilai US$24,57 juta, daging dan ikan olahan sebesar US$7,66 juta, serta hasil karya seni sebesar US$0,01 juta.

Kepala BPS Sultra, Hadi Susanto, mengatakan tingginya ekspor Sultra masih ditopang komoditas besi dan baja, khususnya feronikel. Namun, menurutnya, pemerintah daerah perlu mencermati peningkatan impor pada sejumlah sektor.

“Pola ekspor kita lumayan tinggi didominasi besi baja feronikel, cuma yang patut menjadi perhatian bersama adalah tingginya peningkatan dari sektor impor, meskipun saat ini kita masih mencatatkan surplus 24 juta dolar AS. Sektor impor ini juga harus dikendalikan secara bijak, terutama untuk barang perlengkapan dan minyak,” kata Hadi kepada Kendarikini.com usai rilis, Kamis (1/10/2026).

Ia mengingatkan pengendalian impor perlu dilakukan agar surplus perdagangan Sultra tetap terjaga dan struktur perdagangan daerah dapat berjalan secara berkelanjutan.*

spot_img
RELATED ARTICLES

Most Popular

- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -