KENDARIKINI.COM – Viral video dan foto rusaknya sebagian gedung DPRD Kabupaten Buton Utara (Butur) khususnya pada bagian plafon bangunan tersebut.
Berdasarkan foto dan video 33 detik yang diterima media ini nampak bagian plafon gedung tersebut rubuh.
Menyikapi kejadian pada hari Jumat, 27 September 2024 yang terjadi di kantor DPRD Kabupaten Butur tentang robohnya plafon ruang persidangan La Ode Hermawan menyatakan bahwa hal tersebut merupakan potret kinerja anggota DPRD Kabupaten Butur yang sangat buruk selama mekar menjadi Kabupaten.
“Bagaimana mau bicara pengawasan dan penganggaran sedangkan bangunan yang menjadi tempat berkantor para Parlemen Butur plafonnya saja roboh berhamburan di ruang sidang yang sehari – seharinya tempat bersidang untuk merancang Perda Kabupaten Butur,” kata Mawan sapaan akrabnya.
Lanjutnya bahwa ini adalah suatu pertanda bahwa anggota DPRD Kabupaten Buton Utara/Butur dalam melaksanakan tupoksinya tidak maksimal.
“Dan saya meminta APH untuk segera melakukan olah TKP untuk mengetahui kondisi kontruksi bangunan tersebut, dan ini bagian dari dugaan Tindak Pidana Korupsi,” ungkapnya.
Sambungnya, menurut Mawan regulasi kontruksi menjamin setiap bangunan usia pakai paling kurang lebih 15 (Lima Belas) tahun ketahanannya dan kalau ada kontruksi yang rusak perlu diselidiki siapa kontraktornya.
“Jangan sampai karena terlalu banyak keluar Fee proyek sehingga tidak maksimal mutu bangunan dan tidak terjamin ketahanannya,” tambahnya.
“Kasihan uang Rakyat, dan ini sebagai pintu masuk APH, apa lagi di DPRD Kabupaten Butur ini banyak info dugaan kegiatan fiktif dan info ini sudah meluas di masyarakat, kemudian perjalanan dinas yang over kapasitas dan ini semua menjadi tugas APH baik kejaksaan dan kepolisian serta KPK untuk membuat terang peristiwa ini,” bebernya.
Lanjutnya sebagai pemerhati hukum di bidang pemberantasan tindak pidana korupsi tidak mau daerah lipu tinadeakono sara ini di okpatasi segelintir pejabat untuk kepentingan kelompoknya atau pribadinya, hukum harus ditegakkan tanpa pandang bulu.
“Karena info robohnya plafon ruang sidang DPRD Kabupaten Buton Utara/Butur ini sudah ramai dibicarakan di dunia maya, untuk itu kami minta APH segera usut kasus ini, Kapan lagi kalau bukan sekarang ini Daerah Buton Utara sudah diambang kehancuran,” pungkasnya.
Sementara itu hingga berita ini diterbitkan media ini masih berusaha mengkonfirmasi pihak terkait lainnya.*










