KENDARIKINI.COM — Pemerintah Indonesia mendesak investigasi menyeluruh atas insiden ledakan di Lebanon Selatan yang menewaskan tiga prajurit TNI.
Permintaan itu disampaikan Duta Besar RI untuk PBB, Umar Hadi, menyusul insiden proyektil misterius di wilayah misi perdamaian.
Tiga prajurit gugur yakni Praka Farizal Rhomadhon, Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar, dan Sertu Muhammad Nur Ichwan.
Selain itu, lima prajurit mengalami luka, termasuk Praka Rico Pramudia dan Lettu Inf Sulthan Wirdean Maulana.
Direktur Geopolitik GREAT Institute, Teguh Santosa, menilai investigasi penting untuk mengungkap motif kejadian tersebut.
Ia menyebut insiden tidak lepas dari eskalasi konflik Israel dan Iran di kawasan Timur Tengah.
Menurutnya, ketegangan Israel dan Hizbullah di Lebanon Selatan berkaitan dengan konflik regional yang semakin memanas.
Sebelumnya, wilayah penugasan batalion Indonesia relatif aman sebelum konflik meningkat drastis.
Namun, situasi berubah setelah serangan AS dan Israel ke Iran memicu aksi balasan kelompok proksi.
Israel disebut berupaya menetralisir kekuatan Hizbullah yang dianggap bagian dari jaringan Iran.
Meski demikian, Indonesia tetap bersikap objektif dan menunggu hasil investigasi resmi sebelum menyimpulkan.
Pemerintah juga menolak klaim sepihak dan mendorong penyelidikan independen serta transparan.
Langkah ini menegaskan komitmen Indonesia pada hukum internasional dan perlindungan personel di wilayah konflik.*










