Selasa, November 3, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
BerandaOpiniIndomaret Kian Menjamur di Kendari, Tanda Kemajuan atau Kemunduran?

Indomaret Kian Menjamur di Kendari, Tanda Kemajuan atau Kemunduran?

Oleh: Irpan

Ada yang berubah dari wajah Kota Kendari. Perubahannya tidak selalu terlihat dari gedung-gedung tinggi, jalan yang semakin lebar, atau kawasan permukiman yang terus tumbuh. Perubahan itu justru tampak dari sesuatu yang lebih sederhana, toko-toko ritel modern yang semakin mudah ditemukan.

Indomaret kini semakin menjamur. Bukan hanya di jalan-jalan utama, tetapi sudah masuk hingga ke lorong-lorong permukiman warga. Tempat-tempat yang dahulu menjadi ruang hidup warung kecil, kini mulai berdampingan dengan gerai ritel modern.

Bahkan, terkadang kita tidak perlu keluar jauh dari lorong rumah untuk menemukan Indomaret.

Pertanyaannya sederhana: apakah ini pertanda Kendari semakin maju, atau justru ada sesuatu yang perlu kita khawatirkan?

Tulisan ini lahir dari sudut pandang seorang anak yang dibesarkan oleh pemilik warung kecil. Saya tahu bagaimana rasanya melihat orang tua membuka toko sejak pagi, melayani pembeli satu per satu, menghitung keuntungan yang tidak seberapa, lalu kembali menata barang dagangan untuk esok hari.

Saya tumbuh dengan kehidupan warung. Saya tahu bahwa keuntungan dari satu bungkus mi instan, satu liter minyak goreng, atau beberapa butir telur mungkin terlihat kecil. Namun, dari keuntungan-keuntungan kecil itulah kebutuhan rumah tangga dipenuhi.

Warung bukan sekadar tempat transaksi. Bagi sebagian keluarga, warung adalah sumber penghidupan, biaya sekolah anak, uang belanja, bahkan satu-satunya sandaran ekonomi.

Karena itu, ketika melihat ritel modern semakin mendekat hingga ke dalam lorong, ada pertanyaan yang tidak bisa begitu saja diabaikan: bagaimana nasib warung-warung kecil yang sudah lebih dahulu hidup di sana?

Dari satu sisi, kehadiran Indomaret tentu bukan sesuatu yang sepenuhnya buruk. Investasi masuk, bangunan berdiri, tenaga kerja terserap, dan masyarakat mendapatkan pilihan tempat berbelanja yang lebih praktis.

Konsumen mendapatkan kenyamanan. Produk tersusun rapi, harga relatif jelas, pembayaran semakin mudah, dan jam operasional memberikan fleksibilitas.

Tidak ada yang salah dengan modernisasi. Tidak ada pula alasan untuk menolak investasi hanya karena datang dari perusahaan besar.

Namun, ekonomi tidak boleh hanya dibaca dari berapa banyak gerai yang berdiri. Ada pertanyaan lain yang jauh lebih penting: siapa yang tumbuh bersama investasi tersebut?

Di sinilah persoalannya mulai menarik.

Warung-warung kecil milik warga sudah lebih dahulu hadir di tengah permukiman. Mereka membangun usaha dengan modal sendiri, menjaga toko dari pagi hingga malam, bahkan tidak jarang memberikan kelonggaran pembayaran kepada pelanggan yang sudah dikenal.

Warung kecil mungkin tidak memiliki pendingin ruangan, mesin kasir modern, atau sistem pembayaran digital yang canggih. Tetapi mereka punya sesuatu yang tidak selalu bisa diukur dengan laporan keuangan: hubungan sosial.

Pemilik warung mengenal pembelinya. Tahu siapa yang biasa membeli beras, siapa yang sering berutang, bahkan siapa yang sedang mengalami kesulitan ekonomi.

Sementara itu, ritel modern memiliki kekuatan modal, sistem distribusi, strategi promosi, dan kemampuan pengelolaan bisnis yang jauh lebih terorganisasi.

Keduanya memang sama-sama berjualan. Tetapi apakah keduanya benar-benar bertanding di lapangan yang setara?

Kita tidak sedang meminta Indomaret berhenti berkembang. Kita juga tidak sedang melarang masyarakat menikmati fasilitas belanja modern.

Yang perlu dipertanyakan adalah bagaimana pengaturan ekspansinya. Apakah setiap kawasan memang membutuhkan gerai ritel modern baru? Apakah persebarannya sudah mempertimbangkan keberadaan usaha kecil di sekitarnya?

Ketika Indomaret mulai masuk ke lorong-lorong permukiman, pemerintah daerah seharusnya lebih cermat melihat dampaknya. Jangan sampai ruang ekonomi masyarakat kecil semakin menyempit tanpa ada kebijakan perlindungan yang memadai.

Pemerintah Kota Kendari perlu memastikan ekspansi ritel modern berjalan sesuai perizinan, tata ruang, ketentuan zonasi, serta kebijakan perlindungan UMKM yang berlaku.

Sebab, ada perbedaan antara kota yang semakin ramai dengan kota yang semakin sejahtera.

Kota yang ramai belum tentu masyarakatnya makmur. Gedung boleh bertambah, gerai boleh berjejer, tetapi jika perputaran ekonomi hanya terkonsentrasi pada kelompok usaha tertentu, pertumbuhan itu belum sepenuhnya inklusif.

Indomaret bukan musuh pembangunan. Investasi juga bukan sesuatu yang harus ditakuti. Kendari membutuhkan investor untuk menggerakkan ekonomi daerah.

Tetapi pembangunan yang baik bukan pembangunan yang membuat satu pihak tumbuh dengan mengorbankan pihak lainnya.

Saya menulis ini bukan karena membenci toko modern. Saya hanya ingin mengingatkan bahwa di balik warung kecil yang mungkin terlihat sederhana, ada keluarga yang menggantungkan hidupnya.

Ada orang tua yang setiap hari membuka pintu warung dengan harapan mendapatkan keuntungan untuk menyambung hidup. Ada anak-anak yang sekolah dari hasil penjualan barang-barang kecil di etalase.

Jangan sampai mereka perlahan kehilangan ruang hanya karena tidak mampu bersaing dengan kekuatan modal yang jauh lebih besar.

Kendari boleh semakin modern. Investasi boleh terus berdatangan. Indomaret boleh berkembang. Tetapi warung kecil juga harus tetap punya kesempatan untuk hidup.

Sebab, ukuran kemajuan sebuah kota bukan semata-mata seberapa banyak gerai modern berdiri, melainkan seberapa banyak masyarakatnya yang ikut menikmati pertumbuhan ekonomi.

Dan saya tidak ingin suatu hari nanti, anak-anak yang dibesarkan oleh pemilik warung kecil hanya bisa bercerita bahwa dahulu, di lorong rumah mereka, pernah ada warung yang menjadi tempat orang tuanya menggantungkan hidup.

Jangan sampai Kendari terlihat semakin modern dari luar, tetapi ekonomi rakyatnya justru semakin terdesak dari dalam.*

spot_img
RELATED ARTICLES

Most Popular

- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -