Kamis, Juli 9, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Kasus Dugaan Penganiayaan Oknum TNI di Konawe Diselesaikan Secara Adat

KENDARIKINI.COM – Kasus dugaan penganiyaan yang dilakukan oleh oknum mengaku sebagai anggota TNI berakhir damai, Jumat (4/4/2025). Kedua belah pihak sepakat menyelesaikan kasus itu secara damai dengan penyelesaian secara adat Kalosara.

Kasi Humas Polres Konawe, Ipda Bahar membenarkan penyelesaian secara adat itu. Ia menjelaskan penyelesaian secara adat disaksikan langsung oleh berbagai pihak.

Mulai dari Kepala Desa Baini, Edy Saputra; Kepala Desa Tawarolondo, Rasnawati; tokoh masyarakat Alludin bersama pelaksana Adat, Saiful; Danramil 1417-07 Sampara Kapten Inf. Djanuar; Kapolsek Sampara Ipda Kasibun, orang tua korban dan saudara kandung oknum TNI.

“Bertempat di rumah kepala desa Baini telah dilaksanakan kegiatan penyelesaian secara kekeluargaan dengan Adat Kalosara terkait dugaan tindak pidana penganiyaan yang terjadi di Desa Baini,” ujar Bahar melalui keterangan resminya, Jumat (4/4).

“Perwakilan keluarga korban bersama perwakilan terduga pelaku sepakat untuk menyelesaikan permasalahan yang terjadi secara kekeluargaan dengan Adat Kalosara,” tambahnya.

Ia menjelaskan ada beberapa kesepakatan yang berhasil dicapai dalam sanksi adat itu di antaranya orang tua korban bersedia menyelesaikan permasalahan yang terjadi secara kekeluargaan dengan Adat Kalosara. Kemudian perwakilan terduga pelaku bersedia menyiapkan isi adat serta biaya pengobatan para korban.

Setelah diselesaikannya sanksi adat itu, hasil kesepakatan akan diteruskan ke Denpom Kendari sebagai bahan pertimbangan dalam proses itu.

“Hasil kesepakatan damai akan dibuatkan dalam berita acara dan dibawa ke Denpom Kendari,” tutupnya.

Sementara itu sebelumnya diberitakan sebuah insiden dugaan penganiayaan yang melibatkan seorang pria tak dikenal (OTK) yang mengaku sebagai oknum anggota TNI-AD telah mengguncang Desa Baini, Kecamatan Sampara, Kabupaten Konawe.

Lima pemuda desa setempat menjadi korban dalam kejadian yang terjadi pada Kamis, 3 April 2025 sekitar pukul 18.50 WITA.

Menurut laporan yang dihimpun, pelaku yang mengendarai sepeda motor Yamaha Vilano berwarna pink, tiba-tiba menghampiri sekelompok pemuda yang sedang berkumpul.

Tanpa alasan yang jelas, pelaku langsung menyerang para korban dengan potongan selang yang telah disiapkan sebelumnya.

Selain itu salah satu kerabat Oknum TNI, Akbar Liambo menerangkan penyebab awal dugaan penganiayaan tersebut.

“Awalnya pada hari Kamis 3 April pukul 18:00 WITA, saudari E dan W sedang menuju balik dari permandian taipa ke rumahnya di wonggeduku, Konawe. Ditengah perjalanan menuju balik mereka diburu oleh sekelompok pemuda berjumlah lima orang yang membuntuti dan menahan sehingga salah 1 korban bernama W di sentuh payudaranya,” jelasnya, Jum’at 4 April 2025.

Sambungnya E yang tak terima atas insiden tersebut, menelpon saudaranya salah satu Anggota TNI aktif yang bertugas di Papua dan sementara cuti meminta bantuan atas insiden tersebut.

“Disitulah elsa menelfon kakak nya yaitu anggota TNI aktif yang tugas di papua sedang cuti kemarin di konawe. Sontak mendengar tangisan adiknya di telfon saudara P bergegas menuju ke lokasi tersebut,” tambahnya.

Lanjutnya kemudian pada Pukul 19:20 WITA saudara P sampai ke kediaman terduga pelaku pelecehan dan mencari para pelaku dan terjadi cekcok.

“Setelahnya terjadi hal yang tidak diinginkan lalu datanglah sepuluh orang dengan mengunakan parang untuk mencari Pratu P yang sedang bersembunyi dirumah mertuanya,” ungkapnya.

Akbar Liambo selaku Paman juga tak menerima dugaan pelecehan tersebut, pihaknya juga akan mengambil langkah hukum.

“Saya selaku paman korban tadi pagi mendapat info tersebut dan kami akan melaporkan pelecehan tersebut ke Polda Sultra, agar para pelaku segera di proses dengan ketentuan perundang undangan yang berlaku,” pungkasnya.*

spot_img
RELATED ARTICLES

Most Popular

- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -