Konawe Utara – Aktivitas Penambangan di Sultra kerap menjadi sorotan, pasalnya kaidah penambangan yang baik diduga tidak dijalankan oleh sejumlah pelaku penambangan.
Hal tersebut kembali diungkapkan oleh Lembaga Persatuan Pemuda Pemerhati Daerah (P3D) Konawe Utara (Konut).
Menurut Ketua P3D Konut Jefri, Kasus aktivitas pertambangan dan dugaan terjadinya dokumen terbang masih jadi polemik besar di Bumi Anoa terkhusus di bumi Oheo Konut.
“Kami duga kejahatan PT Bosowa yang diduga ikut terlibat dalam meloloskan ore nikel Ilegal dengan memanipulasi dokumennya,” ujar Jeje sapaan akrabnya.
Lanjut Jefri, Putra Daerah Konut menjelaskan bahwa PT Bosowa seakan kebal hukum dengan terang-terangan diduga memakai dokumen penjualannya untuk meloloskan ore nikel Ilegal di blok morombo dan mandiodo
“Namun anehnya ada dugaan kerjasama yang terstruktur antara pihak surveyor JMMI dan Tribakti untuk memanipulasi asal barang sehingga seakan-akan terjadi pemuatan dan pengangkutan di Jetty Bosowa, Padahal hasil investigasi dan data Kami , Tongkang tersebut sandar di wilayah Jetty RMI dan Jety di Mandiodo dan sesuai draf surveinya memakai dokumen PT Bosowa, Sehingga jelas banyak melanggar Peraturan Perundangan- Undangan karena ada dugaan memanipulasi data penjualan untuk meloloskan cargo Ilegal, Data dan dokumentasi Kami lengkap terkait dugaan manipulasi dokumen itu,” ungkapnya.
Sambungnya bahwa Jetty RMI diduga tidak memiliki izin dan menurutnya masuk WIUP PT Antam, Sehingga pihaknya akan mempresure ke pihak manajemen PT Antam terkait hal ini.
“Bukannya fokus terhadap penambangannya baru-baru ini PT Bosowa lagi lagi diduga mengeluarkan ore nikel menggunakan Jetty NPM yang wilayah administrasinya melewati luar konsensi IUP PT Bosowa sehingga dengan ini diduga Kejahatan PT. Bosowa sangat terstruktur,” pungkasnya.
Sementara itu KTT PT. Bosowa Mining, Dian Lesmana saat dikonfirmasi via WhatsApp mengarahkan untuk mengkonfirmasi hal tersebut ke Humas PT. Bosowa Mining.
Humas PT. Bosowa Mining, Misbah saat dikonfirmasi via WhatsApp, SMS dan Panggilan Telepon belum memberikan tanggapan.*










