KENDARIKINI.COM – Daftar Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi (IUP OP) nikel yang telah mendapatkan persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) tahun 2026 di Sulawesi Tenggara (Sultra) beredar. Sejumlah perusahaan tambang tercatat memperoleh kuota produksi dengan total jutaan metrik ton (MT) yang tersebar di beberapa kabupaten.
Di Kabupaten Konawe Utara, terdapat sejumlah perusahaan dengan kuota besar, di antaranya PT Tiran Indonesia sebesar 10.000.000 MT, PT Adhi Kartiko Pratama 2.500.000 MT, PT Bumi Sentosa Jaya 2.110.000 MT, serta PT Indra Bhakti Mustika 1.789.790 MT. Selain itu, PT Bosowa Mining memperoleh 1.750.000 MT dan PT Bhumi Karya Utama sebesar 1.400.000 MT.
Perusahaan lain di wilayah ini meliputi PT Konawe Nikel Nusantara dan PT Apollo Nikel Indonesia masing-masing 1.000.000 MT, PT Bumi Nikel Nusantara dan PT Stargate Pacific Resource masing-masing 500.000 MT, serta beberapa perusahaan dengan kuota di bawah 1 juta MT seperti PT Konutra Sejati (820.000 MT) dan PT Manunggal Sarana Surya Pratama (700.000 MT).
Masih di Konawe Utara, terdapat pula perusahaan dengan kuota tambahan seperti PT Makmur Lestari Primata (2.900.000 MT), PT Tataran Media Sarana (2.640.000 MT), dan PT Elit Kharisma Utama (2.000.000 MT). Sementara beberapa perusahaan lainnya tercatat tidak mendapatkan kuota produksi (0 MT).
Di Kabupaten Konawe, hanya dua perusahaan yang tercatat, yakni PT Sulawesi Cahaya Mineral dengan kuota terbesar mencapai 19.356.000 MT dan PT Modern Cahaya Makmur dengan kuota 450.000 MT.
Sementara di Kabupaten Konawe Kepulauan, PT Gema Kreasi Perdana memperoleh kuota 2.000.000 MT, diikuti PT Bumi Konawe Mining sebesar 1.300.000 MT.
Untuk Kabupaten Konawe Selatan, PT Ifishdeco mendapatkan kuota 2.247.035 MT, PT Gerbang Multi Sejahtera 4.000.000 MT, PT Wijaya Inti Nusantara 2.000.000 MT, serta PT Mega Tambang Indonesia 600.000 MT dan PT Generasi Agung Perkasa 800.000 MT.
Di Kabupaten Kolaka, PT Ceria Nugraha Indotama memperoleh kuota 4.045.246 MT, PT Thosida Indonesia 1.650.000 MT, serta PT PD Aneka Usaha Kolaka sebesar 1.180.000 MT.
Selanjutnya di Kabupaten Kolaka Utara, PT Putra Dermawan Pratama dan PT Riota Jaya Lestari masing-masing memperoleh kuota 3.000.000 MT. Disusul PT Kasmar Tiar Raya 600.000 MT dan PT Fatwa Bumi Sejahtera 185.696 MT.
Adapun di Kabupaten Bombana, PT Tonia Mitra Sejahtera memperoleh 2.150.000 MT, PT Tekonindo 498.100 MT, dan PT Timah Investasi Mineral sebesar 360.000 MT.
Data ini menunjukkan dominasi Konawe Utara sebagai wilayah dengan jumlah perusahaan dan sebaran kuota RKAB terbesar di Sultra. Sementara Konawe mencatatkan kuota tertinggi dari satu perusahaan.
Sementara itu Kabid Minerba ESDM Sultra, Muh. Hasbullah Idris yang dikonfirmasi via pesan Whats App, Rabu 8 April 2026 belum menerima tembusan dari Kementerian ESDM soal kuota RKAB Perusahaan Pertambangan Ore Nikel di Sultra.
“Nda ada, Nda ada masuk (tembusan dari Kementerian ESDM),” jawabnya.*










