KENDARIKINI.COM – Seorang mahasiswi Universitas Halu Oleo (UHO) diduga menjadi korban pelecehan digital setelah unggahannya viral di media sosial, Jum’at 10 April 2026.
Peristiwa bermula dari kritik yang disampaikan korban terkait Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang berkaitan dengan penyiraman air keras terhadap aktivis kontras Andrie Yunus melalui akun Instagram pribadinya.
Unggahan tersebut kemudian menyebar luas dan memicu beragam reaksi dari warganet, termasuk komentar bernada kasar dan merendahkan.
Hal tersebut diungkapkan oleh akun Instagram ruangsipilupdate, dan dalan tangkapan layar redaksi, terlihat komentar yang mengandung hinaan, pelecehan verbal, hingga ancaman terhadap korban.
Konten yang beredar juga memperlihatkan narasi yang menyudutkan korban secara personal, bukan lagi membahas substansi kritiknya.
Sejumlah pihak menilai tindakan tersebut sebagai bentuk serangan digital yang tidak sehat terhadap kebebasan berekspresi.
Akun yang mengunggah kasus ini menyampaikan dukungan moral kepada korban agar tetap berani menyuarakan pendapatnya.
Mereka juga menyoroti pentingnya ruang aman bagi perempuan dalam menyampaikan aspirasi di ruang publik digital.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai tindak lanjut atas kasus tersebut.
Kasus ini kembali menjadi perhatian publik terkait maraknya pelecehan digital terhadap perempuan di media sosial.*










