KENDARIKINI.COM – Perwakilan BPKP Sulawesi Tenggara menggelar Tayang Bincang Anindhacitya edisi kedelapan, Selasa (9/6/2026).
Kegiatan yang berlangsung secara daring itu mengangkat tema “Leading by Example: Tone at the Top sebagai Penggerak Budaya Antikorupsi.”
Tema tersebut menyoroti pentingnya keteladanan pemimpin dalam membangun budaya kerja yang berintegritas dan bebas korupsi.
Kepala Perwakilan BPKP Sultra, Harry Bowo, hadir sebagai naratama dalam kegiatan tersebut.
Diskusi menghadirkan Wali Kota Kendari, dr. Hj. Siska Karina Imran, S.K.M., serta praktisi anti fraud, Fahmy Nursafar Latief.
Para narasumber membahas strategi kepala daerah dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel.
Mereka juga mengulas langkah yang perlu dilakukan serta dihindari pemimpin dalam pengelolaan keuangan daerah.
Menurut penyelenggara, budaya antikorupsi tidak cukup dibangun melalui regulasi dan prosedur semata.
Keteladanan pimpinan dinilai menjadi faktor utama dalam menanamkan nilai integritas di seluruh organisasi.
Pemimpin yang konsisten menjalankan prinsip integritas akan mendorong terciptanya lingkungan kerja yang sehat dan profesional.
Tayang Bincang Anindhacitya merupakan program Komunitas Pemelajar Akuntansi Forensik dan Investigasi.
Program tersebut menjadi ruang berbagi pengetahuan terkait pengawasan, tata kelola pemerintahan, dan pencegahan korupsi.
Melalui kegiatan ini, BPKP berharap semakin banyak kepala daerah menjadi teladan dalam memperkuat budaya antikorupsi.
Langkah tersebut dinilai penting untuk mewujudkan pemerintahan yang transparan, efektif, dan berpihak kepada masyarakat.*










