KENDARIKINI.COM – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Tenggara merilis perkembangan Industri Jasa Keuangan Triwulan I 2026.
Kepala OJK Sultra, Bismi Maulana Nugraha, menyebut sektor jasa keuangan daerah tetap tumbuh positif.
Stabilitas industri keuangan ditopang pertumbuhan perbankan, investasi pasar modal, dan layanan keuangan digital.
Total aset perbankan Sultra mencapai Rp62,29 triliun atau tumbuh 5,76 persen secara tahunan.
Dana Pihak Ketiga (DPK) tercatat Rp33,76 triliun, meningkat 5,25 persen dibanding periode sebelumnya.
Tabungan mendominasi penghimpunan dana dengan porsi 67,4 persen dari total DPK.
Penyaluran kredit mencapai Rp54,43 triliun atau tumbuh 4,86 persen secara tahunan.
Kredit konsumsi mendominasi 48,5 persen, disusul modal kerja 32 persen dan investasi 19,6 persen.
Kualitas kredit tetap sehat dengan rasio kredit bermasalah (NPL) sebesar 1,85 persen.
Kredit UMKM mencapai Rp16,45 triliun atau 30,2 persen dari total kredit perbankan.
Kota Kendari masih menjadi pusat aktivitas perbankan dengan kredit Rp23,09 triliun.
Di pasar modal, jumlah investor mencapai 156.131 SID atau tumbuh 76,1 persen.
Nilai transaksi saham masyarakat Sultra tercatat Rp447,92 miliar dengan 134.502 transaksi.
Kendari menjadi wilayah dengan aktivitas investor terbesar, diikuti Kolaka dan Baubau.
Sektor asuransi mencatat premi Rp168,70 miliar atau tumbuh 1,9 persen secara tahunan.
Outstanding pembiayaan perusahaan pembiayaan mencapai Rp6,90 triliun dengan NPF 2,65 persen.
Pinjaman fintech lending tercatat Rp804,60 miliar atau meningkat 28,4 persen.
Hingga Maret 2026, OJK Sultra melayani 637 layanan konsumen dan 2.066 permintaan SLIK.
Sebanyak 40 kegiatan edukasi keuangan telah menjangkau 50.375 peserta di Sulawesi Tenggara.
OJK menegaskan akan terus memperkuat literasi, pelindungan konsumen, dan pertumbuhan ekonomi daerah.*










