KENDARIKINI.COM – Laskar Semut Merah Kota Kendari mengkritik pelaksanaan Silaturahmi Akbar Masyarakat Muna yang digelar KKMM di Kota Kendari.
Ketua Dewan Pembina Laskar Semut Merah, Jaya, SE, menilai kegiatan budaya semestinya dilaksanakan di Pulau Muna.
Menurutnya, Pulau Muna merupakan tempat lahir sejarah, adat, dan tradisi masyarakat Muna sehingga lebih representatif.
Jaya mengatakan penyelenggaraan di luar wilayah Muna berpotensi mengurangi makna budaya dan manfaat bagi masyarakat setempat.
Ia mempertanyakan tujuan kegiatan jika pelestarian budaya justru dipusatkan di Kota Kendari.
Menurutnya, kritik masyarakat merupakan hal wajar dalam ruang demokrasi terhadap agenda yang mengatasnamakan budaya.
Jaya juga menilai persepsi publik yang mengaitkan kegiatan dengan kepentingan politik perlu dijawab secara terbuka penyelenggara.
Persepsi itu muncul karena Ketua KKMM juga menjabat Bupati Muna Barat dan Ketua DPD Partai Golkar Sulawesi Tenggara.
Meski demikian, Jaya menegaskan pernyataannya merupakan kritik, bukan tuduhan terhadap penyelenggara.
Ia mengingatkan budaya harus menjadi sarana pendidikan, pemersatu masyarakat, dan pelestarian identitas Muna.
Laskar Semut Merah mendorong Silaturahmi Akbar dipusatkan di Pulau Muna agar memberi manfaat budaya dan ekonomi lokal.
Sementara itu, Ali Sabarno mempertanyakan rencana menghadirkan artis di tengah berbagai persoalan masyarakat Muna Barat.
Menurutnya, infrastruktur jalan, akses menuju RSUD, serta kesejahteraan masyarakat lebih membutuhkan perhatian pemerintah.
Ia berharap pembangunan infrastruktur dan peningkatan ekonomi masyarakat menjadi prioritas dibanding kegiatan yang memunculkan persepsi politik.*










