Selasa, Juni 9, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
BerandaBeritaBrimob Polda Sultra Musnahkan Mortir Aktif yang Ditemukan Warga Konawe

Brimob Polda Sultra Musnahkan Mortir Aktif yang Ditemukan Warga Konawe

KENDARIKINI.COM – Tim Penjinak Bom Gegana Satuan Brimob Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra) berhasil melakukan pemusnahan (disposal) sebuah mortir diduga peninggalan zaman perang dunia ke II, pada Rabu (16/4/2025). Bom tersebut ditemukan sehari sebelumnya oleh seorang warga.

Benda berbahaya tersebut ditemukan oleh seorang warga bernama Nasran, di Desa Andoluto Selasa (15/4/2025), Kecamatan Latoma, Kabupaten Konawe, Penemuan ini kemudian segera dilaporkan ke pihak Kepolisian Resor (Polres) Konawe.

Kepolres Konawe, AKBP Noer Alam melalui Wakapolres Konawe, Kompol Djamaluddin Saho, saat konferensi pers menjelaskan, menindaklanjuti laporan warga, Polres segera berkoordinasi dan melaporkan temuan tersebut kepada Tim Gegana Brimob Polda Sulawesi Tenggara.

Komandan Detasemen Gegana, Sat Brimob Polda Sultra Kompol Asri Dyni memimpin langsung tim penjinak bom (Jibom) menuju lokasi penemuan pada hari yang sama.

Setibanya di Desa Andoluto, tim Gegana langsung melakukan proses evakuasi bom dengan standar operasional prosedur (SOP) yang ketat, mengamankan area sekitar demi keselamatan warga.

Setelah melalui proses identifikasi dan pengamanan, Tim Jibom kemudian melakukan disposal atau peledakan terhadap mortir tersebut pada hari Rabu, 16 April 2025. Proses peledakan dilakukan di lokasi yang aman dan jauh dari permukiman warga. Beruntung, setelah dilakukan penyisiran di sekitar lokasi penemuan, tidak ditemukan lagi benda-benda mencurigakan lainnya.

Berdasarkan hasil identifikasi Tim Gegana, mortir tersebut merupakan jenis Unexploded Ordnance (UXO), yang berarti bom militer yang gagal meledak. Lebih lanjut, mortir tersebut diduga kuat merupakan peninggalan militer Jepang pada masa Perang Dunia II dan masih aktif dengan status high explosive atau berdaya ledak tinggi.

Kompol Asri Dyni menjelaskan bahwa berdasarkan catatan sejarah, wilayah Kecamatan Latoma dan sekitarnya diduga merupakan salah satu daerah yang terdampak aktivitas perang pada masa lalu. Hal ini menjadi alasan kuat mengapa masih ditemukan sisa-sisa amunisi yang belum meledak hingga saat ini.

Pihak kepolisian mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya di wilayah Konawe, agar tetap waspada dan berhati-hati apabila menemukan benda-benda mencurigakan yang menyerupai amunisi atau bahan peledak.

Masyarakat diminta untuk tidak menyentuh atau memindahkan benda tersebut, melainkan segera melaporkannya kepada pihak kepolisian terdekat agar dapat ditangani oleh tim ahli.

Diberitakan sebelumnya Salah seorang Warga desa Andoluto, Kecamatan Latoma, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, menemukan sebuah bom (Mortir) saat hendak membersihkan kebun nilamnya.

Penemuan benda berbahaya tersebut bermula ketika Nasran tengah beraktivitas membersihkan kebun nilamnya yang terletak di belakang kediamannya, tepat di kaki perbukitan. Saat sedang bekerja, ia mendapati sebuah benda mencurigakan berbentuk silinder logam tergeletak di antara tanaman nilam.

“Awalnya Bapak Nasran mengira benda itu hanya besi tua biasa. Bahkan, sempat dipukul-pukul menggunakan parang,” ungkap Irfan, seorang warga Latoma yang mengetahui kejadian tersebut, kepada awak media.

“Namun, setelah diamati lebih seksama, timbul kecurigaan bahwa benda itu adalah bom. Beliau kemudian membawa benda tersebut ke depan rumah dan warga segera melaporkan penemuan ini kepada Babinsa setempat,”sambungnya.

Letak kebun Nasran yang berada di lereng perbukitan memunculkan dugaan kuat bahwa mortir tersebut merupakan sisa-sisa peninggalan Perang Dunia II.

“Lokasinya memang berdekatan dengan area perbukitan, sehingga ada kemungkinan besar itu adalah sisa peninggalan masa perang,” imbuh Irfan.

Kabag Ops Polres Konawe, Kompol Ilham mengatakan saat ini pihaknya bersama tim Gegana Polda Sultra sedang menuju tempat penemuan bom tersebut.

“Saat ini kami bersama tim Gegana sedang menuju TKP, untuk informasi lanjutan akan kami sampaikan secepatnya,” katanya.*

spot_img
RELATED ARTICLES

Most Popular

- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -