KENDARIKINI.COM – Koordinator Ruang Sipil Sultra, Syafaat, mengaku mengalami dugaan intimidasi oleh oknum TNI.
Ia menyebut tiga oknum TNI mendatangi rumah orang tuanya di Kabupaten Muna Barat.
Peristiwa itu terjadi setelah dirinya menulis penolakan perluasan struktur teritorial TNI.
Syafaat mengatakan tulisan tersebut diunggah sekitar September 2025 lalu.
“Sekitar Oktober 2025, tiga orang TNI datang ke rumah orang tua saya,” ujarnya, Kamis, 16 April 2026.
Menurutnya, kedatangan oknum TNI diduga untuk penggalangan dukungan terkait struktur teritorial.
Informasi tersebut diperoleh dari keterangan orang tuanya yang menerima kedatangan mereka.
Syafaat menilai tindakan itu tidak tepat karena dirinya yang menyampaikan kritik, bukan keluarganya.
Ia juga menegaskan tidak ada konfirmasi sebelumnya dari pihak yang datang.
“Tidak ada pemberitahuan, saya tahu setelah satu hari kejadian,” katanya.
Syafaat mengecam tindakan tersebut karena dinilai sebagai bentuk tekanan psikologis.
Ia menyebut hal itu berpotensi membungkam kebebasan berpendapat di ruang sipil.
Menurutnya, jika ingin klarifikasi, seharusnya pihak terkait menemui dirinya langsung.
“Kalau mau tanya, tanyakan saya, bukan orang tua saya,” tegasnya.
Ia juga meminta agar keluarganya tidak dilibatkan dalam aktivitasnya sebagai aktivis.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak TNI terkait dugaan tersebut.*










