Kamis, Juni 11, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
BerandaBeritaKerangka Manusia Ditemukan di Hutan Samaturu Kolaka, Diduga Ayah Kepala Desa Amamotu...

Kerangka Manusia Ditemukan di Hutan Samaturu Kolaka, Diduga Ayah Kepala Desa Amamotu yang Hilang Setahun

KOLAKA, KENDARIKINI.COM – Warga Desa Amamotu, Kecamatan Samaturu, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, digegerkan dengan penemuan kerangka manusia di kawasan hutan, Minggu (15/2/2026) sore.

Penemuan tersebut sontak mengundang perhatian masyarakat setempat. Kerangka manusia itu diduga merupakan RF, ayah dari Kepala Desa Amamotu berinisial AR, yang sebelumnya dilaporkan hilang lebih dari satu tahun lalu.

Kasi Humas Polres Kolaka, AKP Dwi Arif, membenarkan adanya temuan tersebut. Berdasarkan informasi awal yang dihimpun di lokasi, kerangka ditemukan di atas gunung yang merupakan lahan milik keluarga kepala desa.

“Sementara ini diduga bapaknya. Kerangka manusia yang ditemukan berada di atas gunung milik keluarga kepala desa, dan yang bersangkutan memang sudah lebih dari satu tahun dilaporkan hilang,” ujar AKP Dwi Arif saat dikonfirmasi, Selasa (17/2/2026).

Di sekitar lokasi, warga juga menemukan sehelai kain yang diduga merupakan pakaian yang dikenakan korban semasa hidupnya. Temuan itu memperkuat dugaan sementara terkait identitas kerangka tersebut.

Namun, sebelum aparat kepolisian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) secara menyeluruh, pihak keluarga telah lebih dahulu menguburkan kerangka tersebut. Polisi baru menerima laporan resmi setelah proses pemakaman selesai dilakukan.

“Kerangka manusia sudah lebih dulu dikuburkan oleh pihak keluarga. Informasi baru kami terima setelah proses pemakaman selesai,” jelasnya.

Meski demikian, Polres Kolaka memastikan tetap akan melakukan penyelidikan lanjutan untuk memastikan identitas korban secara pasti, termasuk kemungkinan langkah forensik apabila diperlukan. Polisi juga akan mendalami penyebab kematian korban guna memastikan tidak ada unsur tindak pidana dalam peristiwa tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, proses penyelidikan masih berlangsung.*

spot_img
RELATED ARTICLES

Most Popular

- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -