KENDARIKINI.COM — Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Tenggara merilis indikator kependudukan terbaru periode Maret 2026.
Rilis tersebut disampaikan Kepala BPS Sultra, Hadi Susanto, di Kendari, Senin (4/5/2026).
BPS mencatat jumlah penduduk Sulawesi Tenggara hasil SUPAS 2025 mencapai 2,84 juta jiwa.
Rata-rata laju pertumbuhan penduduk Sultra selama lima tahun terakhir mencapai 1,65 persen per tahun.
Angka Kelahiran Total atau Total Fertility Rate (TFR) tercatat sebesar 2,48.
Angka tersebut menunjukkan tingkat fertilitas Sultra masih berada di atas replacement level sebesar 2,1.
Sementara Angka Kematian Bayi atau Infant Mortality Rate (IMR) terus mengalami penurunan.
BPS mencatat IMR Sultra tahun 2025 mencapai 19,53.
Sebagian besar kabupaten di Sulawesi Tenggara juga menjadi daerah tujuan migrasi penduduk.
Hal itu ditunjukkan melalui angka migrasi risen neto yang tercatat positif.
Selain itu, persentase penduduk lanjut usia di Sultra mencapai 8,86 persen.
Rasio ketergantungan penduduk Sulawesi Tenggara tercatat sebesar 48,75 persen.
BPS menyebut data kependudukan menjadi dasar penting dalam perencanaan pembangunan daerah dan pelayanan publik.*










