KENDARIKINI.COM – Dugaan kasus pengeroyokan dari sekelompok orang tak dikenal (OTK) kepada siswa SMAN 12 Kendari saat melintas di kawasan THR, Jln. Budi Utomo, Kel. Mataiwoi, Kec. Wuawua, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), sekitar pukul 15.00 WITA sore dini hari langsung mendapat respon oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadis Dikbud) Sultra, Minggu, 17 Agustus 2025.
Terkait soal dugaan kasus pengeroyokan pada siswa SMAN 12 Kendari itu malam ini Kadis Dikbud Sultra sudah perintahkan Kepala Sekolah SMAN 12 Kendari untuk melaporkan ke pihak Kepolisian Kota Kendari untuk diproses.
“Soal dugaan pengeroyokan itu saya sudah perintahkan kepala sekolahnya selesaikan di kantor kepolisian setempat, dan menindaklanjuti pelaku-pelaku yang terduga dalam pengeroyokan itu yang jelas saya sudah perintahkan kepada sekolahnya untuk menyelesaikannya malam ini,” kata Aris Badara, saat dikonfirmasi media ini melalui via pesan dan telfon WhatsApp pada hari Minggu, 17 Agustus 2025 malam.
Setelah ditanya bagaimana tanggapan mengenai maraknya peristiwa tawuran antar siswa yang makin marak terjadi di Kota Kendari, Sultra, kini Kadis Sultra, Aris Badara, itu yang tangani bagian bidang psikologi pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).
“Terkait peristiwa tawuran siswa pelajar itu yang akan tangani bagian psikologi kami,” kata Aris Badara.
Namun terkait dengan langkah-langkah apa saja yang sudah kami lakukan kata Kadis Dikbud Sultra hingga sejauh ini kami sudah turun di beberapa Sekolah-sekolah kota Kendari, Sultra.
“Namun kalau dari apa saja yang sudah kami selama ini lakukan sudah lakukan, kami sudah turun di beberapa sekolah di Kota Kendari, di SMK 1 Kendari, dan dalam waktu dekat kami akan turun di SMK 2 Kendari,” lanjut Aris Badara.
Kadis Dikbud Sultra juga menegaskan dalam waktu dekat ini akan membuat Peraturan tentang Ketertiban dan Keamanan di Lingkup sekolah-sekolah yang di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara.
“Kami juga akan membuat Peraturan mengenai ketertiban dan keamanan di sekolah-sekolah yang ada di wilayah Sulawesi Tenggara, dan akan melibatkan Satpol-PP untuk menindaklanjutinya. Kami juga akan buat sosialisasi bersama Asosiasi Guru Nasional yang ada di Wilayah Sulawesi Tenggara, serta perintahkan tegas seluruh program ekstrakurikuler yang ada di sekolah-sekolah untuk diaktifkan lebih giat lagi agar para siswa lebih fokus belajar di sekolah,” kata Aris Badara.
Terakhir Kadis Dikbud Sultra mengatakan kedepan kami akan melibatkan Pers dalam setiap kegiatan kami di Sekolah-sekolah yang di Wilayah Kota Kendari, Sulawesi Tenggara agar masyarakat dapat mengetahui.
“Untuk kegiatan kami di sekolah-sekolah nanti kedepan kami akan ajak wartawan untuk terlibat agar kegiatan kami dapat diberikan kepada masyarakat,” tutup Aris Badara.(Faldi)*










