Senin, Juli 6, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Bahtra Banong Sebut Pidato Prabowo soal Dolar Dipelintir

JAKARTA, KENDARIKINI.COM — Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Bahtra Banong, menanggapi polemik pidato Presiden Prabowo Subianto soal dolar.

Bahtra menilai polemik muncul akibat potongan video pidato Presiden yang beredar tanpa konteks utuh di media sosial.

Menurutnya, narasi yang berkembang menggiring opini seolah Presiden menganggap nilai tukar dolar tidak penting.

“Pidato Presiden dipotong satu kalimat lalu dibangun framing yang keliru dan tidak fair,” kata Bahtra, Senin (18/5/2026).

Ia menjelaskan, pidato lengkap Presiden justru berisi ajakan menjaga optimisme menghadapi tekanan ekonomi global saat ini.

Menurut Bahtra, Presiden Prabowo memahami dampak perang dagang dan tekanan ekonomi terhadap negara berkembang.

Namun, Presiden dinilai perlu menjaga psikologi publik agar masyarakat tidak mudah panik menghadapi situasi global.

“Pesan Presiden sederhana, jangan merasa Indonesia akan kolaps hanya karena tekanan ekonomi global,” ujarnya.

Bahtra menyebut pernyataan “orang desa tidak pakai dolar” menggambarkan kekuatan ekonomi domestik masyarakat Indonesia.

Ekonomi rakyat, katanya, tetap bergerak melalui sektor riil, produksi lokal, dan konsumsi dalam negeri.

Ia juga menyoroti program pemerintahan Prabowo yang fokus memperkuat kemandirian ekonomi nasional.

Program tersebut meliputi hilirisasi industri, swasembada pangan, ketahanan energi, dan penguatan koperasi desa merah putih.

Bahtra menilai narasi pesimisme terhadap ekonomi nasional dapat memengaruhi kepercayaan publik dan psikologi pasar.

Ia mengajak masyarakat melihat pidato Presiden secara utuh dan objektif, bukan melalui potongan narasi menyesatkan.*

spot_img
RELATED ARTICLES

Most Popular

- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -