KENDARIKINI.COM – Aliansi Mahasiswa Nusantara (AMAN) Sulawesi Tenggara menggelar aksi di depan Polda Sultra, Jumat (19/6/2026).
Dalam aksinya, AMAN mendesak Kapolda Sultra mengevaluasi kinerja Kapolres Baubau terkait sejumlah kasus yang disorot publik.
Koordinator AMAN Sultra, Firman, menilai beberapa perkara di wilayah hukum Polres Baubau belum ditangani secara transparan.
Salah satu yang disoroti adalah dugaan penggelapan barang bukti emas yang diduga melibatkan oknum anggota Polres Baubau.
Firman meminta kepolisian mengusut tuntas dugaan tersebut untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri.
“Barang bukti merupakan bagian penting dalam proses hukum dan harus dijaga integritasnya,” ujarnya.
AMAN juga menyoroti penanganan kasus pengeroyokan di kawasan Kilo 5, Kota Baubau.
Mereka mempertanyakan proses penetapan tersangka dalam perkara tersebut dan meminta penjelasan terbuka kepada publik.
Selain itu, massa menyinggung dugaan keterlibatan oknum aparat dalam aktivitas yang disebut berkaitan dengan PT BBDM.
Firman meminta seluruh dugaan pelanggaran hukum ditangani secara profesional dan sesuai ketentuan yang berlaku.
Kasus ancaman pembunuhan terhadap seorang warga Baubau sejak 2025 juga menjadi perhatian AMAN.
Menurut mereka, perkara tersebut perlu mendapat kepastian hukum agar tidak menimbulkan spekulasi di masyarakat.
Dalam tuntutannya, AMAN meminta Kapolda Sultra melakukan evaluasi terhadap Kapolres Baubau.
Mereka juga meminta keterbukaan informasi mengenai perkembangan kasus yang menjadi sorotan publik.
Aksi berlangsung dengan pengawalan aparat kepolisian dan berjalan dalam kondisi tertib.*










