KENDARIKINI.COM – Ketua KSBSI Kota Kendari, Iswanto Sugiarto, menyoroti dampak kenaikan harga BBM terhadap kesejahteraan buruh.
Menurutnya, kenaikan BBM tidak hanya memengaruhi biaya transportasi, tetapi juga mendorong kenaikan harga kebutuhan pokok.
Dampak tersebut dinilai semakin berat karena penyesuaian upah pekerja tidak selalu mengikuti kenaikan biaya hidup.
“Ketika BBM naik, daya beli buruh ikut tergerus akibat meningkatnya harga barang dan jasa,” ujar Iswanto.
Ia menjelaskan, mayoritas buruh di Kendari menggunakan kendaraan roda dua untuk bekerja setiap hari.
Kenaikan harga BBM secara langsung menambah pengeluaran pekerja untuk transportasi dan kebutuhan rumah tangga.
Selain itu, biaya distribusi barang yang meningkat turut memicu kenaikan harga bahan pangan di pasaran.
KSBSI Kendari menilai pemerintah perlu menghadirkan kebijakan perlindungan bagi pekerja di tengah tekanan ekonomi.
Iswanto meminta kenaikan BBM tidak dijadikan alasan perusahaan menahan kenaikan upah atau mengurangi kesejahteraan pekerja.
Ia juga mengingatkan agar kebijakan efisiensi perusahaan tidak berujung pada pemutusan hubungan kerja.
Menurutnya, pemerintah perlu memperketat pengawasan harga kebutuhan pokok agar inflasi tetap terkendali.
Program bantuan sosial bagi masyarakat berpenghasilan rendah juga diminta tepat sasaran dan berkelanjutan.
KSBSI memahami kebijakan energi dipengaruhi kondisi ekonomi global dan kemampuan fiskal negara.
Namun, pemerintah diminta memastikan setiap kebijakan tetap berpihak kepada pekerja dan menjaga kesejahteraan buruh.
“Jika BBM naik tanpa diikuti kenaikan upah, maka buruh menjadi kelompok yang paling terdampak,” tegasnya.*










