Senin, Juli 6, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Pelatihan Iklim Dinilai Perkuat Kualitas Jurnalisme Daerah

MAKASSAR, KENDARIKINI.COM – Kajian terbaru mengungkap pemahaman wartawan Indonesia tentang perubahan iklim masih terbatas.

Minimnya pelatihan iklim dan energi disebut memengaruhi kualitas pemberitaan media, terutama di daerah.

Laporan menyebut media jarang mengaitkan cuaca ekstrem dengan perubahan iklim akibat aktivitas manusia.

Informasi dari ilmuwan juga hanya menyumbang lima persen dalam keseluruhan isi pemberitaan media.

Program “Supporting Climate Reporting in Indonesian Newsroom” digelar di Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu 20 Mei 2026.

Program melibatkan 15 wartawan Sulawesi Selatan melalui kolaborasi Monash Climate Communication Hub, AIC, dan Unhas.

Kegiatan didukung Department of Foreign Affairs and Trade Australia melalui Australia-Indonesia Institute.

Kajian menunjukkan pemberitaan iklim selama ini lebih bergantung pada sumber pemerintah dan dunia usaha.

Sebanyak 45 persen berita mengutip pemerintah, sedangkan 40 persen berasal dari pelaku usaha.

Program tersebut mencakup diskusi, observasi lapangan di Takalar, hingga pelatihan jurnalistik berbasis solusi di Melbourne.

Wartawan juga berdiskusi bersama peneliti dan jurnalis Australia terkait penguatan peliputan isu iklim.

Penyelenggara berharap pelatihan mampu meningkatkan wawasan serta kepercayaan diri wartawan dalam melaporkan isu perubahan iklim.*

spot_img
RELATED ARTICLES

Most Popular

- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -