KENDARIKINI.COM – Sekretaris NasDem Sultra, Tahir Lakimi, meluruskan polemik pengisian kursi pimpinan DPRD Sultra.
Tahir menegaskan pernyataan Ketua DPW NasDem Sultra, Ali Mazi, merupakan penjelasan objektif berdasarkan mekanisme partai.
Menurut Tahir, istilah “gratis” yang disampaikan Ali Mazi perlu dipahami secara utuh.
Ia menyebut jabatan Ketua DPRD merupakan amanat partai, bukan semata hasil suara individu pada Pemilu.
“Yang dimaksud gratis, partai memberikan tugas menjadi Ketua DPRD,” ujar Tahir Lakimi, Jumat, 22 Mei 2026.
Tahir menjelaskan penentuan pimpinan DPRD dilakukan melalui evaluasi internal partai secara menyeluruh.
Penilaian mencakup loyalitas kader, rekam jejak politik, hingga kinerja menjalankan garis perjuangan partai.
Ia menegaskan suara besar dalam Pemilu tidak otomatis menentukan posisi pimpinan DPRD.
Menurutnya, seluruh jabatan strategis tetap membutuhkan Surat Keputusan resmi dari DPP Partai NasDem.
Tahir juga mengingatkan kader menjaga soliditas dan menghormati dinamika internal partai.
Ia menilai langkah Ali Mazi sudah tepat dalam menjaga stabilitas politik dan amanah partai.
“Siapa yang ditunjuk pasti berdasarkan evaluasi dan loyalitas kepada partai,” tegas Tahir.
Di akhir pernyataannya, Tahir mengajak seluruh kader meredam polemik dan fokus membesarkan NasDem di Sultra.*










