KENDARIKINI.COM – KSBSI Kota Kendari mendesak Presiden Prabowo Subianto segera merealisasikan potongan aplikasi ojek online maksimal 8 persen.
Ketua KSBSI Kendari, Iswanto Sugiarto, mengatakan kebijakan tersebut sangat dinantikan para pengemudi ojek online.
Menurutnya, potongan lebih rendah akan meningkatkan pendapatan pengemudi di tengah tingginya biaya operasional dan kebutuhan hidup.
Iswanto menyebut Presiden Prabowo pernah menyampaikan rencana menurunkan potongan aplikasi dari 20 persen menjadi 8 persen.
Ia menilai, hampir dua bulan berlalu sejak penyampaian komitmen tersebut, namun belum terealisasi.
KSBSI menilai pengemudi ojol masih menghadapi potongan aplikasi tinggi, persaingan ketat, serta kenaikan biaya bahan bakar dan perawatan kendaraan.
Organisasi buruh itu juga meminta pemerintah memperkuat perlindungan sosial bagi pengemudi transportasi online.
Perlindungan tersebut meliputi jaminan ketenagakerjaan, keselamatan kerja, dan kepastian hukum dalam hubungan kemitraan.
KSBSI berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk meningkatkan kesejahteraan pengemudi dan menciptakan kemitraan yang lebih adil.
Organisasi itu menegaskan akan terus mengawal aspirasi pengemudi ojol melalui berbagai upaya advokasi.*










