KENDARIKINI.COM, KENDARI — Kickboxing Indonesia (KBI) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) sebagai upaya memperkuat soliditas organisasi dan mematangkan program strategis ke depan. Kegiatan ini dihadiri pengurus KBI dari 11 kabupaten/kota se-Sultra serta perwakilan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sultra.
Rakerprov diikuti perwakilan KBI dari Kota Kendari, Konawe Selatan, Konawe, Konawe Utara, Kolaka Utara, Kolaka Timur, Muna, Muna Barat, Buton, Buton Selatan, Buton Utara, dan Wakatobi. Sementara KONI Sultra diwakili oleh Drs. Sawali, M.Si.
Ketua Pengprov KBI Sultra, Afdhal, mengatakan Rakerprov menjadi forum penting untuk mengevaluasi kinerja organisasi sekaligus menyusun arah kebijakan dan program pembinaan ke depan.
“Rakerprov ini menjadi momentum konsolidasi agar seluruh program KBI Sultra berjalan lebih terarah, efektif, dan berdampak langsung pada peningkatan prestasi atlet,” ujar Afdhal kepada wartawan, Minggu, 28 Desember 2025.
Afdhal menjelaskan, sejumlah agenda dibahas dalam Rakerprov tersebut mulai dari pengesahan tata tertib persidangan, penyampaian laporan kerja Pengurus KBI Sultra periode 2024–2025, hingga pandangan umum dari pengurus kabupaten/kota yang disampaikan secara musyawarah.
Selain itu, Rakerprov juga membahas rencana kerja tahun 2026 yang difokuskan pada persiapan PON Bela Diri 2026, pelaksanaan Porprov Sultra 2026, peningkatan kualitas sumber daya manusia wasit, juri, dan pelatih, serta rencana pembentukan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Kickboxing di kampus-kampus se-Sulawesi Tenggara.
Menurut Afdhal, seluruh program tersebut dirancang untuk memperkuat kelembagaan organisasi dan meningkatkan kualitas pembinaan atlet melalui sinergi antara pengurus provinsi, kabupaten/kota, serta dukungan KONI Sultra.
“Kami berharap KBI Sultra semakin solid dan profesional sehingga pembinaan atlet berjalan berkelanjutan dan prestasi kickboxing Sultra terus meningkat,” pungkasnya.*










