KENDARIKINI.COM – Sebelumnya berdasarkan pemberitaan beberapa media PT GMS pada Jum’at 15 Maret 2024 menyalurkan bantuan beras kepada masyarakat se kecamatan Laonti sebanyak 4 Ton atau seribu paket dalam bentuk beras kemasan 25 Kilo Gram.
Sebelumnya juga hal tersebut telah diprotes oleh salah satu perwakilan masyarakat Desa Tambolosu, Kecamatan Laonti, Bara P. (62) pada 19 Maret 2024.
Namun hingga saat ini menurut Bara bantuan beras tersebut tak kunjung disalurkan oleh Pemerintah Desa Tambolosu, Kecamatan Laonti.
“Untuk bantuan kemarin terkhusus di desa kami yang tidak menerima bantuan beras hingga saat ini itu sebanyak 14 Kepala Keluarga,” katanya, Senin 29 April 2024.
Sambungnya bahwa pihaknya menduga ada diskriminasi dalam pembagian bantuan oleh beberapa oknum di Desa Tambolosu.
“Jadi bukan kali ini saja pada tahun 2022 kami juga tidak dapat bantuan seperti masyarakat lainnya yang dapat bantuan di Kecamatan Laonti,” tambahnya.
Lanjutnya bahwa pihaknya menuturkan hal tersebut terjadi karena dugaan perbedaan pilihan politik.
“Jadi kami memang beda pandangan dan pilihan politik baik di tahun 2022 saat Pilkades kemarin dan Pemilu 2024 kemarin,” ungkapnya.
Pihaknya juga membeberkan bahwa seharusnya pihaknya juga mendapatkan bantuan, karena pihaknya juga turut merasakan dampak terhadap aktivitas PT GMS.
“Kami juga turut merasakan dampak aktivitas PT GMS, jadi kami juga mesti dapat bantuan, karena beberapa kali kami dapat bantuan, hanya pada dua momen itu kami tidak dapat bantuan,” bebernya.
“Jadi dalam setahun kami terima nanti dekat lebaran bantuan beras, kompensasi dan lainnya itu tidak ada,” tambahnya.
Pihaknya juga menyampaikan bahwa ada dugaan permintaan uang administrasi dan transportasi dari sejumlah oknum di Desa Tambolosu.
“Bagi masyarakat yang dapat bantuan dimintai uang senilai 10.000 per kepala keluarga, dengan dalih uang transportasi,” pungkasnya.
Sementara itu Kades Tambolosu, Tahir menampik tudingan tersebut.
“Kalau beras kita tanyakan saja sma Pak sekdes karena mereka yang bagi dengan aparat lain,” katanya saat dikonfirmasi via pesan WhatsApp Minggu 28 April 2024.
Selain itu media ini juga mengkonfirmasi ke pihak Humas PT GMS, Sakir melalui panggilan telepon.
“Jadi tiap tahun perusahaan menyalurkan bantuan kepada masyarakat se kecamatan Laonti,” katanya.
Sambungnya bahwa Desa Tambolosu itu tidak masuk lingkar tambang, menurutnya itu hanya kebijakan perusahaan.
“Kemarin itu 4000 Paket bantuan, jadi tidak semua bisa tercover, hanya berdasarkan data dan skala prioritas yang berada dilingkar tambang,” tambahnya.
Lanjutnya bahwa pihaknya tidak memungut biaya transportasi, malahan pihaknya yang memberikan biaya transportasi ke desa.
“Kami beri biaya transportasi 1,5 Juta per desa untuk penyaluran bantuan beras,” ungkapnya.*










