KENDARIKINI.COM – BMKG Sulawesi Tenggara (Sultra) mengingatkan warga menghemat penggunaan air menghadapi musim kemarau hingga November 2026.
Kemarau dipengaruhi fenomena El Nino dan berpotensi meningkatkan risiko kekeringan di sejumlah wilayah Sultra.
Koordinator Bidang Observasi dan Informasi Stasiun Meteorologi Maritim BMKG Sultra, Faizal Habibie, mengatakan puncak kemarau mulai terasa.
“Puncak musim kemarau cukup panjang sampai November, sehingga perlu diantisipasi,” ujar Faizal, Selasa (11/8/2026).
Menurutnya, potensi kemarau cukup tinggi diperkirakan terjadi pada Agustus hingga September 2026.
Sejumlah wilayah Sultra juga mulai masuk kategori rawan kekeringan dan perlu mendapat perhatian masyarakat.
Daerah tersebut meliputi Kabupaten Bombana, Kolaka, dan Konawe Selatan.
“Untuk saat ini ada beberapa daerah yang patut diwaspadai seperti Bombana, Kolaka, dan Konawe Selatan,” jelasnya.
Faizal mengatakan BMKG terus menyediakan informasi terkait potensi kekeringan sebagai bahan antisipasi masyarakat.
Informasi tersebut diharapkan membantu pemerintah dan warga mengambil langkah menghadapi dampak musim kemarau.
Ia mengimbau masyarakat melakukan efisiensi penggunaan sumber daya air selama periode kemarau.
Penghematan air dinilai penting, bukan hanya untuk kebutuhan irigasi, tetapi juga kebutuhan sehari-hari.
“Warga patut melakukan efisiensi air, bukan hanya untuk irigasi tetapi untuk kebutuhan sehari-hari,” pungkasnya.*










