KENDARIKINI.COM – Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Aceh menyesalkan insiden dugaan kekerasan terhadap Bendahara JMSI Aceh Utara-Lhokseumawe, Haiqal Alfikri.
Insiden tersebut terjadi di Tanah Luas, Aceh Utara, Jumat (28/8/2026), dan diduga melibatkan dua prajurit TNI Angkatan Darat.
Haiqal disebut sempat dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif setelah insiden yang terjadi saat pertandingan sepak bola.
Ketua JMSI Aceh Hendro Saky menyampaikan penyesalan tersebut dalam keterangannya di Banda Aceh, Sabtu (29/8/2026).
Menurut Hendro, insiden tersebut berpotensi mencederai hubungan baik antara insan pers dan aparatur negara yang selama ini terjalin harmonis.
“Sebagai Ketua JMSI Aceh, saya menyesalkan insiden itu,” kata Hendro.
Ia berharap persoalan tersebut dapat diselesaikan melalui mekanisme hukum maupun mekanisme lain sesuai ketentuan yang berlaku.
JMSI Aceh mengaku telah melakukan konfirmasi kepada berbagai pihak untuk mendapatkan gambaran mengenai akar persoalan insiden tersebut.
Hendro juga meminta Polisi Militer (POM) TNI AD turun langsung melakukan investigasi terhadap dugaan keterlibatan personel TNI AD.
Menurutnya, penanganan perlu dilakukan secara tepat karena insiden tersebut diduga melibatkan prajurit TNI AD yang mengenakan seragam dinas.
Apalagi, video terkait insiden tersebut telah beredar di tengah masyarakat dan menjadi perhatian publik.
JMSI Aceh juga membuka opsi pembentukan tim pencari fakta yang melibatkan pers, masyarakat, POM TNI, dan Polri.
Tim tersebut diharapkan dapat mengungkap fakta serta akar persoalan secara objektif, transparan, dan terbuka.
“Penanganannya harus objektif, transparan, jujur, dan terbuka untuk diketahui publik,” ujar Hendro.
JMSI Aceh menyatakan akan terus mengawal kasus tersebut demi tegaknya keadilan dan perlindungan hukum bagi pengurus serta anggota media siber.*












