KENDARIKINI.COM – Mahasiswa KKA UMK Desa Rarowatu Kelompok 32 mengajak masyarakat mencegah perundungan atau bullying dan menciptakan lingkungan ramah anak.
Ajakan tersebut disampaikan melalui kegiatan edukasi di SMP Negeri 6 Rarowatu sebagai bentuk kepedulian terhadap perlindungan anak.
Wakil Koordinator Desa KKA UMK Rarowatu Kelompok 32, Nur Aisyah Masyar, mengatakan pencegahan bullying membutuhkan keterlibatan seluruh pihak.
“Peran orang tua, guru, serta lingkungan sekitar sangat penting dalam pembentukan karakter anak,” ujar Nur Aisyah.
Menurutnya, anak-anak juga perlu memahami cara menghindari bullying serta membangun kebiasaan saling menghargai di lingkungan sekolah.
Nur Aisyah menilai siswa SMP Negeri 6 Rarowatu memiliki potensi besar untuk berkembang dan bersaing dengan daerah lainnya.
Karena itu, lingkungan positif diperlukan agar potensi anak dapat tumbuh secara optimal tanpa tekanan akibat perundungan.
“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi kegiatan sesaat, tetapi memberikan pemahaman kepada anak-anak,” katanya.
Sementara itu, Dosen Pembimbing Lapangan KKA UMK Rarowatu, Muh. Fredrik, mengapresiasi inisiatif mahasiswa mengangkat isu pencegahan bullying.
Menurutnya, KKA tidak hanya berorientasi pada program kerja, tetapi juga menjadi wadah kontribusi mahasiswa kepada masyarakat.
“Pencegahan bullying bukan hanya tanggung jawab sekolah, tetapi membutuhkan kolaborasi siswa, guru, orang tua, dan masyarakat,” ungkapnya.
Ia berharap edukasi tersebut dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari untuk menciptakan sekolah yang aman dan nyaman.
Muh. Fredrik juga mengapresiasi antusiasme siswa serta dukungan SMP Negeri 6 Rarowatu terhadap kegiatan tersebut.
Nur Aisyah turut menyampaikan terima kasih kepada pihak sekolah, masyarakat, dan seluruh pihak yang mendukung pelaksanaan kegiatan.
“Semoga kegiatan ini menjadi langkah kecil menciptakan lingkungan yang lebih aman dan ramah bagi anak,” tuturnya.
Kegiatan tersebut diharapkan meningkatkan kesadaran pentingnya saling menghargai, menghentikan perundungan, dan membangun lingkungan pendidikan positif.*












