KENDARIKINI.COM – Bank Indonesia Sulawesi Tenggara menjelaskan alasan dana QRIS merchant tidak selalu masuk secara real time.
Penjelasan tersebut disampaikan dalam Bincang Bareng Media (BBM) BI Sultra, Selasa (29/9/2026).
Kepala KPw BI Sultra, Edwin Permadi, mengatakan perbedaan teknologi perbankan memengaruhi kecepatan pencairan dana.
Menurut Edwin, terdapat bank yang memproses dana secara real time dan ada yang membutuhkan waktu.
“Ada perbankan yang hari ini uangnya masuk bisa diambil hari ini. Tapi ada juga H+1,” kata Edwin.
Sementara itu, Deputi Kepala KPw BI Sultra, Thathit Suryono, menjelaskan persoalan tersebut berkaitan dengan proses settlement antarbank.
Menurut Thathit, pembayaran QRIS tetap berlangsung cepat, tetapi penyelesaian dana bergantung sistem masing-masing bank.
“Teknologi masing-masing bank berbeda-beda kemampuannya. Ada yang real time, saat itu juga transaksinya settle antarbank,” jelasnya.
Ia mencontohkan transaksi dari rekening bank A menuju rekening merchant bank B.
Jika teknologi mendukung, rekening merchant dapat langsung menerima dana setelah transaksi dilakukan.
Namun, terdapat bank yang menggunakan mekanisme batching dalam proses penyelesaian transaksi.
“Ada bank yang batching, sehari diproses enam kali. Ada jeda beberapa jam, baru masuk rekening penjual,” ujarnya.
Dalam kondisi tertentu, penyelesaian dana kepada merchant bahkan baru dilakukan pada hari berikutnya atau H+1.
Thathit menegaskan mekanisme tersebut tidak mengubah karakter QRIS sebagai sistem pembayaran cepat dan aman.
“Secara umum teknologi pembayaran QRIS itu cepat, mudah, aman, handal,” katanya.
BI Sultra juga mendorong perbankan meningkatkan kemampuan teknologi agar proses settlement dapat semakin cepat.
Menurut Thathit, kecepatan pencairan dana dapat menjadi salah satu nilai tambah bank dalam menarik merchant.
“Ke depan tentu mesti setiap bank akan bersaing dan berusaha menuju real time settlement,” pungkasnya.*













